Wednesday, March 15, 2017

Berapa Banyak Makanan Anda, Minum?

Ketika anda makan, anda menggunakan setiap tetes air yang dibutuhkan untuk memproduksi makanan anda. Bergantung pada pilihan menu anda, seporsi makanan dapat menghabiskan beberapa liter atau beberapa ratus liter air. Beberapa tanaman hanya mengambil sedikit air dari tanah, sementara tanaman yang lain membutuhnya banyak air untuk tumbuh. Hewan tidak hanya membutuhkan air untuk minum, akan tetapi juga mengkonsumsi air secara tidak langsung dari tanaman yang mereka makan. Di bumi ini air merupakan sumber daya yang diperebutkan oleh seluruh mahluk hidup. Pilihan makanan kita secara umum akan mempengaruhi keberlangsungan hidup di muka bumi. Untuk membantu anda memilih, kami memperhitungkan jumlah air yang diperlukan untuk memproduksi 100 kalori pada bahan-bahan makanan populer berikut ini. Angka-angka ini merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari data yang dipaparkan dalam Mekonnen & Hoekstra (2010) dan (2012).

Minyak goreng, gambar asli oleh DromoTetteh
Lisensi Creative Commons
10. Minyak goreng (kelapa sawit) (1,2 liter)
Minyak goreng merupakan bahan makanan yang banyak sekali digunakan di Indonesia. Bahan makanan ini merupakan syarat utama untuk menghasilkan rasa yang renyah dan gurih. Setiap 100 kalori yang kita peroleh dari minyak goreng menghabiskan 1,2 liter air untuk memproduksinya. Sayangnya, karena sebagian besar dari minyak goreng yang kita pergunakan pada akhirnya dibuang, pemborosan jumlah air pada bahan makanan ini sebenarnnya sangat besar.






9. Gula (4,6 liter)
Kristal gula, gambar asli oleh Peter Griffin
Lisensi Public Domain 

Bahan makanan ini digunakan secara luas untuk berbagai jenis masakan di Indonesia, baik sajian utama, kue-kue, makanan pencuci mulut maupun minuman. Di Indonesia sendiri, perkebunan tebu, bahan baku gula, sudah ada semenjak abad ke 17. Sayangnya, industri gula di Indonesia saat ini tengah lesu karena kurangnya riset dan investasi bagi komoditas ini. Besarnya densitas energi yang dikandung dalam setiap kilogram gula membuat efisiensi penggunaan air pada bahan makanan ini cukup tinggi.





Snack kacang kedelai, gambar asli oleh
Midori, Lisensi Creative Commons
8. Kedelai (4,8 liter)
Kedelai adalah salah satu bahan makanan lain yang densitas energinya tinggi, sehingga efisien dalam pemanfaatan air. Selain itu, kedelai dapat dibudidayakan di lahan sawah maupun lahan kering (ladang). Biasanya kedelai di tanam sebagai tanaman selingan padi. Di Indonesia kedelai dapat dinikmati secara langsung sebagai panganan ringan, atau diolah lebih lanjut menjadi makanan populer seperti tahu dan tempe. Perhitungan penggunaan air yang disajikan di sini adalah jumlah air yang dipergunakan untuk memproduksi kacang kedelai. Apabila kedelai ini diolah lebih lanjut, maka jumlah air yang dipergunakan akan bertambah.





7. Gandum (5,4 liter) 
Panen gandum, sumber gambar ars.usda.gov
Lisensi public domain

Walaupun bahan makanan ini banyak dipergunakan pada makanan ringan, sayangnya tanaman ini hanya sedikit tumbuh di Indonesia. Gandum biasanya tumbuh pada musim semi dan musim gugur, sehingga petani tidak perlu mengairi tanaman di musim panas. Gandum memiliki sistem akar yang dalam dan efisien, sehingga pada kondisi ideal tidak membutuhkan irigasi tambahan. Perhitungan ini menyajikan jumlah air yang dibutuhkan untuk memproduksi biji gandum. Apabila biji gandum ini diolah menjadi tepung maupun makanan jadi, maka jumlah air yang dipergunakan akan bertambah.




Brokoli, gambar asli oleh Chadwick Moyer
Lisensi public domain
6. Brokoli (8.5 liter)
Brokoli merupakan tanaman ajaib yang memiliki banyak manfaat. Selain itu, brokoli juga tidak membutuhkan terlalu banyak air untuk tumbuh. Brokoli kaya dengan kandungan serat, sehingga baik untuk pencernaan dan menurunkan berat badan. Dengan kandungan glucoraphanin dan vitamin B6 nya yang sangat tinggi, ia dapat mencegah dan membantu mengobati penyakit jantung dan kardiovaskuler. Brokoli juga mengandung banyak vitamin A, C dan E, sehingga baik untuk menjaga kesehatan mata dan kulit. Ditambah lagi dengan kandungan kalium dan magnesium yang sangat bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi.





5. Beras (12,9 liter)
Nasi dan lauk pauk, gambar asli oleh Ian L
Lisensi Public Domain

Tak dapat disangkal lagi beras merupakan makanan utama bangsa Indonesia. Bagi banyak orang Indonesia, belum makan namanya jika belum makan nasi. Selain diolah menjadi nasi, beras juga dapat diolah menjadi makanan lain seperti bubur dan kue-kue. Sayangnya bahan makanan ini termasuk rakus terhadap air dan harus ditanam pada lahan yang basah. Pengairan yang kerap terkendala dan tingginya konsumsi, membuat Indonesia kerap mengimpor bahan makanan ini. Angka yang disajikan di sini merupakan jumlah air yang dipergunakan untuk memproduksi beras. Jika diolah lebih lanjut maka jumlah air yang dipergunakan akan bertambah.





Apel merah, gambar asli oleh
Abhijit Tembhekar,
Lisensi Creative Commons
4. Apel (16,7 liter)
Apel termasuk tanaman yang rewel. Ia tidak tumbuh dengan baik di tanah yang terlalu basah, akan tetapi membutuhkan irigasi di tanah yang terlalu kering. Bahan makanan ini tidak menghasilkan banyak energi, sehingga efisiensi pemanfaatan airnya lebih rendah. Akan tetapi buah ini memiliki banyak manfaat lain. Mengkonsumsi buah apel bisa membantu kita mengurangi risiko kanker paru-paru, kanker usus besar dan kanker prostat. Walaupun kandungan vitamin C nya tidak seberapa jika dibandingkan dengan buah dan sayuran lainnya, tetapi buah apel kaya dengan berbagai antioksidan. Serat dalam buah apel mencegah terjadinya reabsorpsi, sehingga membantu untuk menangkal penyakit jantung, mengontrol berat badan dan kolesterol.






3. Ayam (180 liter) 
Ayam goreng kalasan, gambar asli
oleh Midori. Lisensi creative commons
Ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling populer di Indonesia. Hampir seluruh daerah, memiliki masakan tradisional yang terbuat dari olahan daging ayam. Ayam tidak hanya butuh air untuk minum, tetapi mereka juga membutuhkan pakan dari bahan-bahan yang membutuhkan air untuk memproduksinya. Untungnya, masa pemeliharaan ayam tidak begitu lama. Secara rata-rata ayam broiler hanya perlu dipelihara selama lima minggu untuk mencapai bobot optimal 2,2 Kg dan dijual.  Oleh karena itu, diantara hewan ternak, ayam merupakan salah satu bahan makanan yang paling efisien penggunaan airnya.





Rendang, gambar asli oleh Midori
Lisensi Creative Commons
2. Daging Sapi (1000 liter)
Sapi merupakan daging hewan ternak populer lain di Indonesia. Permintaan akan daging sapi biasanya melonjak menjelang hari-hari besar keagamaan. Untuk minum, sapi ras asing membutuhkan hingga 130 liter per hari, sementara sapi ras lokal biasanya mengkonsumsi setengah dari jumlah ini. Selain itu sapi juga mengkonsumsi air dari rumput yang ia makan. Satu ekor sapi bisa mengkonsumsi hingga 40 Kg rumput. Disamping itu sapi juga membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai bobot optimalnya, kira-kira 2 - 3 tahun. Sebab-sebab inilah yang membuat penggunaan air dalam produksi daging sapi sangat tinggi.





1. Kopi (1848.5 liter)
Kopi Tubruk, gambar asli oleh Mo Riza
Lisensi Creative Commons
 

Kopi merupakan salah satu bahan makanan yang paling besar penggunaan airnya. Hal ini disebabkan kecilnya kandungan energi di dalam kopi. Sejak 3000 tahun yang lalu kopi telah dikenal oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sebagai minuman berenergi. Keunikan ini juga yang membuat kopi menjadi komoditas dunia yang dibudidayakan di lebih dari 50 negara. Akan tetapi, rasa bugar yang diperoleh setelah meminum kopi merupakan efek kafein yang terkandung di dalamnya (terdapat juga tambahan energi dari gula dalam minuman), bukan karena kandungan energinya.

Demikianlah bagaimana sumber daya air dimanfaatkan dalam produksi makanan kita sehari-hari. Untuk memperdalam wawasan anda, saya menyarankan anda untuk juga mengunjungi tautan-tautan daftar pustaka berikut. Akhir kata, jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, mohon sampaikan URL ini pada rekan dan kerabat anda. Jika anda merasa artikel ini kurang bagus, mohon beritahu kami. Cheers.

No comments:

ShareThis