Saturday, March 25, 2017

Teknologi-teknologi Spionase di Dunia Nyata

Kegiatan spionase merupakan upaya penting untuk melindungi keselamatan suatu bangsa. Teknologi-teknologi apa saja yang sudah dibuat orang untuk membantu mata-mata menjalankan tugasnya?

Dalam film-film spionase, misalnya James Bond atau Mission Impossible, seorang mata-mata sering diidentikkan dengan berbagai teknologi canggih seperti sepatu peledak, sidik jari palsu atau helikopter dan kapal selam mini. Akan tetapi teknologi-teknologi yang kita saksikan dalam film-film ini sudah banyak yang menjadi kuno dan dikalahkan oleh gadget yang dimiliki oleh orang awam saat ini. Semuah smartphone modern misalnya, bisa melakukan berbagai fungsi yang tidak dapat dilakukan 10 tahun lalu. 
  
Sebagai contoh, alat penyadap yang dalam film-film dahulu berkabel, kini sudah menjadi alat penyadap nirkabel. Mereka bisa dibuat begitu kecil hingga bisa disembunyikan dalam anting-anting, kancing, atau bahkan ditanam dibawah kulit. Walaupun teknologi-teknologi spionase yang tengah dikembangkan pada umumnya rahasia, ada juga beberapa informasi yang bocor ke telinga publik.

Teknologi-teknologi zaman perang dingin

Mata-mata adalah pekerjaan yang umurnya sama dengan umur peradaban manusia. Dalam hukum Babilonia kuno yang disebut Kode Hammurabi dan dalam kitab perjanjian lama, memata-matai dideskripsikan sebagai suatu upaya untuk memperoleh keunggulan dari musuh. Dalam sejarah bangsa Indonesia mata-mata juga dikenal sebagai telik sandi. Akan tetapi munculnya negara-negara modern menyebabkan suburnya perkembangan teknologi-teknologi spionase.  

Perang dingin antara blok barat dan blok timur, menjadi zaman keemasan teknologi-teknologi spionase ala James Bond. Pada kala itu seorang mata-mata Bulgaria menggunakan sebuah payung untuk menembakkan sebuah peluru beracun kepada seorang pembelot Uni Soviet di London Inggris. Racun yang dipergunakan disebut Risin. Zat ini sebenarnya merupakan protein yang terkandung pada jarak pohon.

Uni Soviet juga membuat sebuah pistol berbentuk lipstik. Pistol ini dapat menembakkan peluru dan mematikan dari jarak dekat. Karena bentuknya, senjata ini disebut ciuman kematian "kiss of death".

Kucing mata-mata

Pada masa perang dingin, ada beberapa ide gila yang pada akirnya dilaksanakan. Berbeda dengan binatang yang memiliki koklea pada telinganya untuk menyaring noise (suara bising pada rekaman), alat-alat penyadap pada masa itu terkenal buruk dalam hal menyaring noise pada latar belakang suara. Oleh karena itu, pada tahun 1950-an dan 1960-an mata-mata Amerika Serikat memperoleh ide yang nampaknya brilian untuk memanfaatkan koklea hewan dan menguping pembicaraan pihak Uni Soviet. Mereka kemudian menanamkan microphone di lubang telinga kucing, pemancar radio di samping tengkoraknya dan baterai di perutnya, ekornya sendiri diubah menjadi sebuah antena. Para agen ini kemudian menghabiskan berjam-jam untuk melatih kucing ini melalui berbagai rintangan. Sayang, kucing canggih ini tidak dapat menghindari panggilan alamnya. Ia kerap berkeliaran jauh dari wilayah yang semestinya diintai, untuk mencari makanan. Walaupun sudah dilatih, ia tidak bisa memahami fungsi barunya sebagai mata-mata.

Akhirnya tim ini kembali merancang latihan baru bagi sang kucing. Dengan teknik khusus, mereka mengajari kucing ini untuk mengindahkan rasa laparnya. Setelah berhasil, mereka melepaskan kucing ini di seberang kedutaan Uni Soviet di Washington D.C. Naas tak bisa ditolak bagi kucing ini. Ketika ia menyeberang jalan sebuah taxi melindasnya. Kucing jutaan dolar inipun akhirnya "gepeng" di tengah jalan.

Selama puluhan tahun CIA juga telah menghabiskan jutaan dolar dalam suatu operasi mata-mata yang disebut Operation Stargate. Operasi ini bertujuan untuk mengungkap rahasia-rahasia yang dimiliki Uni Soviet dengan menggunakan cenayang. Program ini kemudia dihentikan pada masa pemerintahan Bill Clinton. Badan intelejen ini juga mendanai operasi legendaris yang disebut program MKULTRA. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan pengaruh narkotika seperti LSD untuk mengendalikan pikiran dan kehendak manusia. 

Microphone Visual
Bukan hanya lembaga pemerintah saja yang mengembangkan teknologi-teknologi futuristik dan aneh. Para peneliti dari University of Texas menciptakan tehnik untuk menguping pembicaran dengan mengambil gambar ruangan dimana pembicaraan tersebut dilakukan. Sistem mata-mata ini memanfaatkan gelombang suara dapat meninggalkan jejak tak kasat mata, akan tetapi getarannya masih dapat ditangkap oleh kamera. Jejak-jejak getaran dalam gambar ini dapat dianalisa untuk mereka ulang suara yang sesungguhnya (Davis, et.al., 2014). Dengan menggunakan tehnik ini, secara teoritis, siapapun yang dapat mengambil gambar atau video dalam sebuah ruangan, dapat menguping pembicaraan-pembicaraan yang telah terjadi di ruangan tersebut, tanpa harus menempelkan telinganya di pintu.

Implan Medis yang Diretas (Hacked)
Ilustrasi bagaimana pacemaker terpasang
di jantung manusia, sangat mematikan jika diretas

Gambar asli oleh National Heart Lung and Blood Institute
Lisensi Public Domain
Implan-implan medis, misalnya pompa insulin dan pacemaker, yang dapat dioperasikan dari jarak jauh dan bertenaga baterai, dapat di retas. Seorang ahli yang bernama Jerome Radcliffe menunjukkan bagaimana ia mampu meretas pompa insulin miliknya sendiri (Radcliffe, 2011). Contoh lain ditunjukkan oleh seorang ahli keamanan komputer dari New Zealand, yang mampu meretas sebuah pacemaker jantung menggunakan komputer jinjing dari jarak 50 m (Girotra & Sethupathy, 2015). Sudah sejak lama, para ahli memprediksi kemungkinan teknologi-teknologi yang terhubung dengan internet untuk diretas. Sampai dengan saat ini, memang belum ada laporan resmi mengenai bagaimana implan medis seseorang dimanfaatkan untuk niat jahat. Akan tetapi kemungkinan ini mendorong sebuah lembaga pemerintahan di Amerika Serikat yang bernama U.S. Government Accountability Office, untuk memaksa lembaga pengawas obat dan makanan serta perusahaan-perusahaan produsen alat-alat kesehatan tersebut, untuk mengatasi kelemahan-kelemahan ini.


Hati-hati kala berbelanja karena bukan hanya mata-mata internasional saja yang mengawasi gerak-gerik kita. Perusahaan-perusahaan yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai konsumen mereka, kelak dapat memanfaatkan kombinasi strategi pemasaran dan pengintaian. Sebuah perusahaan yang bernama Almax telah membuat sebuah boneka pajang (mannequin) setengah robot yang dinamai EyeSee. Boneka ini dapat dipajang di toko-toko pakaian. Di balik mata mannequin ini tersembunyi sebuah kamera yang dilengkapi software facial-recognition. Software ini dapat mengidentifikasi umur, ras dan jenis kelamin pembeli. Data-data ini dapat dipergunakan untuk mengetahui segmen pembeli dari suatu produk.



Enkripsi Kuantum (Quantum Encryption)
Ilustrasi bagaimana proses enkripsi sederhana dilakukan
Gambar asli oleh Davidgothberg
Lisensi Public Domain
Salah satu tugas penting dari organisasi mata-mata ialah untuk mengalirkan informasi dengan sangat-sangat aman dan terselubung. Disinilah peran tehnik-tehnik enkripsi (penyamaran data) dibutuhkan. Para ahli meyakini bahwa terdapat beberapa prinsip dari ilmu fisika partikel, yang dapat dimanfaatkan untuk memastikan bahwa, sebuah pesan hanya dapat dibaca oleh penerima yang semestinya (Xi-Han, et.al., 2007). Tehnik yang dinamai enkripsi kuantum ini diyakini sebagai kunci untuk menciptakan kode-kode rahasia yang tidak terpecahkan.  

Hingga saat ini enkripsi kuantum masih dalam tahap pembuktian konsep. Akan tetapi teknologi ini sudah mulai cukup praktikal untuk dimanfaatkan oleh pemerintah atau lembaga-lembaga lain. Negara pertama yang dapat memanfaatkan teknologi ini akan memperoleh keunggulan strategis atas negara-negara lain.


No comments:

ShareThis