Friday, March 17, 2017

Air, Bagaimana Ia Diperebutkan dan Dipersenjatai

Telah ribuan tahun manusia bertikai memperebutkan air. Air pun kerap dipergunakan untuk mengalahkan musuh dengan cara menenggelamkan, meracuni, maupun membendungnya. Artikel ini mengulas secara ringkas pertikaian antar manusia karena atau yang menggunakan air.

1. Persekutuan Amphictyonic vs. Penduduk Kirra (595–685 S.M.)
Perjalanan ziarah ke peramal di Delphi pada zaman dahulu haruslah melalui sebuah kota pesisir yang bernama Kirra. Di kota ini, pencurian dan perampokan kerap menimpa para peziarah. Untuk mengakhiri serangan para bandit ini, suku-suku di Yunani (Amphictyonic artinya tetangga) membentuk suatu persekutuan untuk mengepung Kirra. Tentara sekutu meracuni air di Kota Kirra hingga penduduk di sana jatuh sakit dan menyerah.

2. Romawi vs. Galia (51 S.M.)
Untuk menaklukkan bangsa Galia yang kini dikenal sebagai Perancis, pasukan Romawi harus menyerang sisa-sisa pejuang Galia yang bertahan di Sungai Dordogne. Selama pengepungan ini, para pemanah Romawi memanah setiap pejuang Galia yang berusaha meloloskan diri. Pasukan Romawi kemudian mengeringkan sebuah mata air yang memasok air ke benteng bangsa Galia. Pasukan Galia yang kehausanpun pada akhirnya menyerah.

3. Bangsa Romawi vs. Bangsa Yahudi (30 M)
Ketika itu seorang gubernur Romawi di Jarusalem bernama Pontius Pilate, mencuri sejumlah uang milik kuil Bangsa Yahudi untuk membangun akuaduk. Ribuan orang dari bangsa Yahudi turun ke jalan untuk memprotes sang gubernur Romawi. Pilate kemudian menyusupkan sejumlah mata-mata bersenjatakan belati ke kerumunan masa. Para mata-mata ini diam-diam menikam para pengunjuk rasa yang saling berdesakan. Ratusan warga Yahudi meninggal dan Pilate pun akhirnya berhasil membangun akuaduk impiannya.

Lukisan yang mengilustrasikan kemenangan Sultan Saladin
Karya Said Tahsine (1904-1985 Syria)
Lisensi Public Domain
4. Saladin vs. Tentara Salib (1187)
Dalam peperangan melawan Sultan Saladin, tentara salib dari kerajaan Jerusalem membangun perkemahan di Sepphoris. Pertahanan di perkemahan ini kuat dan memiliki pasokan air yang cukup. Untuk mengalahkan mereka, Sultan Saladin memancing tentara salib untuk keluar. Tentara salib pun akhirnya dikalahkan pada pertempuran di Hattin. Tiga bulan kemudian, Jerusalem pun jatuh ke tangan pasukan Sultan Saladin.

5. Dinasti Ming vs. Rakyat (1642)
Pada tahun 1642, invasi asing dan pemberontakan rakyat hampir berhasil menggulingkan kekuasaan Dinasti Ming. Untuk menggagalkan pemberontak dari merebut ibukota Kaifeng, yang terletak di pinggir Sungai Kuning, salah seorang jenderal Dinasti Ming menjebol tanggul sungai. Luapan air Sungai Kuning menyapu bersih pasukan pemberontak, berikut kota Kaifeng sendiri.

6. Penduduk Kanada vs. Pemilik Pabrik (1838-1844)
Seorang pemilik pabrik membangun bendungan di Lindsay, Ontario, yang pada ujungnya menggenangi ladang-ladang dan membuat nyamuk malaria berkembang biak. Dengan bersenjatakan kapak dan garpu rumput, penduduk kemudian menyerang bendungan tersebut dan hampir menghancurkannya. Pemerintah kemudian turut campur tangan, mereka membangunkan bendungan yang lebih kecil dan memperbaiki ladang-ladang. Ukuran bendungan yang lebih kecil ini juga mengurangi laju pertumbuhan nyamuk malaria.

7. Tentara Federal vs. Tentara Konfederasi (1863)
Setelah jatuhnya kota Vicksburg, Mississippi, yang menjadi salah satu titik balik dalam perang sipil, tentara konfederasi yang terdesak menggiring sapi, babi dan domba ke sumber-sumber mata air. Mereka menembaki hewan-hewan ini dan membuang bangkainya ke dalam sumber-sumber air ini. Hal ini dilakukan agar tentara federal yang mengejar mereka kekurangan air bersih.

8. Los Angeles Bureau of Water Works vs. Petani (1924-1927)
Pada tahun 1913, akuaduk di Los Angeles mulai mengalihkan aliran air dari petani di lembah Owen. Akibatnya, tanaman para petani mulai rusak. Dipimpin oleh Wilfred dan Mark Watterson, sekelompok petani mulai mengebom akuaduk tersebut. Aksi ini berlangsung selama tiga tahun hingga akhirnya pemerintah menahan kedua bersaudara tersebut.

Pangkalan Angkatan Laut Amerika di Teluk Guantanamo
Gambar asli oleh Chief Mass Communication Specialist Bill Mesta
Lisensi Public Domain
9. Pemerintah Kuba vs. US Navy (1964)
Akibat penahanan beberapa nelayan Kuba oleh US Navy di lepas pantai Florida, presiden Kuba Fidel Castro menghentikan pasokan air bersih ke pangkalan angkatan laut di Teluk Guantanamo. Angkatan laut Amerika terpaksa menjatah penggunaan air dan membangun fasilitas penyuling air laut (desalinasi) untuk mengurangi kebergantungan mereka pada pasokan air dari Kuba.

10. Brasil vs. Paraguai (1962-1967)
Brasil dan Paraguai sama-sama mengklaim hak untuk membangun pembangkit listrik tenaga air di air terjun Guaira. Air terjun ini terletak persis di perbatasan kedua negara. Brasil kemudian menginvasi dan menduduki lokasi ini selama lima tahun. Kedua negara ini akhirnya menandatangani perjanjian pada tahun 1969, dan mereka kini menikmati pasokan listrik dari pembangkit listrik yang terletak di hulu. Sayangnya, pembangkit listrik baru ini mematikan aliran air ke air terjun Guaira.

11. Pemerintah Guatemala vs. Penduduk (1980-1982)
Pembangunan pembangkit listrik tenaga air Chixoy telah mengusir ribuan anggota suku Maya-Achi dari tanah mereka. Upaya mereka untuk melawan ditanggapi secara represif oleh tentara dan milisi. Selama penindasan pemerintah, 177 wanita dan anak-anak terbunuh. Pada tahun 2014, kerabat yang selamat memperoleh ganti rugi sebesar US$154.5 juta.

12. Malaysia vs. Singapura (1997)
Dahulu Singapura merupakan bagian dari Malaysia. Sampai dengan tahun 1997, Malaysia masih memasok air ke Singapura. Akibat kritik-kritik yang dilancarkan pemerintah Singapura, Malaysia memutuskan pasokan air ke negara pulau ini. Singapura pun memulai upaya penghematan air dan membangun fasilitas penyulingan air laut untuk menciptakan otonomi mereka atas air.

13. Peretas (Hacker) vs. Sistem Pengolahan Limbah Australia (Australian Wastewater System) (2000)
Dengan bersenjatakan komputer jinjing dan transmiter radio, seorang peretas di Queensland, mengambil alih kendali atas sistem pengolahan limbah. Ia mengalirkan air limbah ke taman-taman, sungai, bahkan perumahan. Ia melakukan hal ini sebagai upaya balas dendam setelah lamaran kerjanya ditolak oleh pemerintah daerah setempat. Ia pun akhirnya tertangkap dan dipenjarakan.

Protes untuk mendukung perjuangan Standing Rock Sioux
Gambar asli oleh Pax Ahimsa Gethen
Lisensi Creative Commons
14. Gerilyawan Maois vs. Nepal (2002)
Dalam perang melawan pemerintah Nepal, pihak gerilyawan meledakkan beberapa pembangkit listrik tenaga air. Akibatnya, daerah Bhojpur yang berpenduduk 6000 jiwa dan wilayah sekitarnya kehilangan pasokan listrik. Butuh enam bulan bagi pemerintah untuk memperbaiki kerusakan ini. Walaupun demikian, perang masih berlangsung hingga empat tahun berikutnya.

15. Indian Sioux vs. Energy Transfer Partners (2014)
Pada musim semi 2016, suku Indian yang tergabung dalam organisasi Standing Rock Sioux mendirikan perkemahan untuk menghalang-halangi pembangunan pipa minyak yang melintasi Sungai Missouri. Pipa-pipa minyak ini mengancam lahan dan pasokan air mereka. Walaupun tuntutan mereka dimenangkan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Barrack Obama, perjuangan mereka masih harus diteruskan di era Donald Trump saat ini.

No comments:

ShareThis