Showing posts with label Antariksa. Show all posts
Showing posts with label Antariksa. Show all posts

Monday, March 13, 2017

Menguak Kehidupan di Sistem Tata Surya TRAPPIST-1

Para peneliti telah memulai langkah awal untuk mengungkap kemungkinan adanya kehidupan di planet yang baru ditemukan di TRAPPIST-1, dan bagaimana kehidupan yang mungkin ada di sana.

Pada bulan Maret 2017, sebuah tim yang dipimpin oleh MichaĆ«l Gillon dari Belgium’s University of Liege mengumumkan bahwa TRAPPIST-1, sebuah bintang redup yang berada kira-kira 40 tahun cahaya dari kita, memiliki empat planet berbatu selain tiga planet lain yang sudah diketahui sebelumnya (Gillon, et.al., 2017).

Planet-planet yang berada dalam zona hijau adalah
planet-planet yang mungkin dapat ditinggali.
Sumber gambar: NASA/JPL-Caltech
Lisensi Public domain
Kesemuanya berukuran kurang dari 20% lebih besar dari bumi, dan semuanya mengorbit dengan jarak yang sama dengan jarak Merkurius dari Matahari. Terlepas dari dekatnya planet-planet ini dengan sang bintang (tidak terdapat kehidupan di Merkurius karena terlalu dekat dengan Matahari sehingga terlalu panas), mereka merupakan kandidat yang pantas untuk mencari kehidupan lain. Hal ini dikarekan TRAPPIST-1 jauh lebih kecil dan lebih redup dari Matahari. Karenanya, tiga dari planet-planet ini kemungkinan cukup dingin dan memungkinkan bagi keberadaan air dalam bentuk cair di permukaannya (air pada planet yang terlalu panas akan menguap, sementara pada planet yang terlalu dingin akan tersimpan sebagai es). Hal ini menyebabkan mereka berada dalam zona yang dapat ditinggali.

Akan tetapi, bintang merah kecil seperti TRAPPIST-1 dapat memancarkan radiasi sinar X dan sinar ultraviolet yang sangat kuat. Pancaran sinar ultraviolet yang terlalu kuat dapat mengancam keberadaan kehidupan di suatu planet. Oleh karena hal tersebut dan karena mereka mengorbit terlalu dekat dengan sang bintang, planet-planet TRAPPIST-1 memiliki resiko yang sangat tinggi.

Saat ini para astronomer sedang mengungkap apakah mungkin kehidupan ada di sana, dan jika memang benar di sana ada kehidupan, bagaimana kita bisa mengamatinya.

Lisa Kaltenegger dan Jack O’Malley-James, peneliti dari Cornell University di New York, menguji bagaimana susunan atmosfer yang berbeda, dapat mencegah sinar ultraviolet agar tidak mencapai permukaan planet-planet yang terletak di zona yang dapat ditinggali. Mereka menemukan bahwa atmosfir yang serupa dengan atmosfir bumi saat ini dapat memberikan perlindungan yang cukup bagi kehidupan.

Atmosfir yang tebalnya kurang dari 10% atmosfir bumi akan kurang efektif. Walaupun demikian, jika disniari dengan sinar ultraviolet yang sama kuat dengan radiasi yang diterima bumi 2 milyar tahun yang lalu, kehidupan masih mungkin ada walaupun berat.

Atmosfir yang lebih tipis lagi, mirip dengan yang dimiliki bumi 3.9 milyar tahun yang lalu, hanya memungkinkan adanya kehidupan jika TRAPPIST-1 lebih rendah aktifitasnya. Walaupun demikian, ketika bintang ini menyemburkan radiasi, seluruh mahluk hidup harus berlindung di bawah permukaan planet, di dalam laut atau di dalam gua. Bentuk kehidupan semacam tersebut memang aman, akan tetapi akan sulit untuk dideteksi (O'Malley-James & Kaltenegger, 2017).

Ilustrasi bagaimana planet-planet di sistem tata
surya TRAPPIST-1 terlihat dari bumi dengan
menggunakan teleskop khayal yang sangat kuat.
Sumber gambar: NASA/JPL-Caltech
Lisensi Public Domain
Perlindungan lain mungkin dapat kita deteksi. Beberapa jenis batu karang dapat menyerap sinar ultraviolet dan memancarkannya kembali dengan gelombang yang lebih panjang dan lebih aman, ditandai dengan pancaran cahaya biru-hijau. Menurut Kaltenegger dan O’Malley-James mekanisme semacam ini dapat membantu organisme untuk bertahan di planet-planet di sekitar TRAPPIST-1 (O'Malley-James & Kaltenegger, 2016).

Dalam penelitian lain, Kaltenegger dan rekannya yang lain di Cornell, Ramses Ramirez, menemukan bahwa aktifitas vulkanik dapat melepaskan banyak hidrogen ke atmosfir dan menghangatkan planet-planet yang semestinya dingin. Hal ini dapat memperlebar zona kehidupan di TRAPPIST-1, bahkan hingga planet terjauhnya (Ramirez & Kaltenegger, 2017).

Para peneliti telah menggunakan teleskop antariksa Hubble untuk mencari kemungkinan atmosfir yang mampu menyangga kehidupan pada enam planet di TRAPPIST-1. Pengganti Hubble, teleskop antariksa James Webb, dapat meneruskan pekerjaan ini dengan melihat lebih dekat komposisi kimiawi atmosfir masing-masing planet.

Orbit planet-planet yang terkoordinasi dan dekatnya jarak antar mereka, memungkinkan adanya perpindahan kehidupan dari satu planet ke planet lain. Yang tengah dicari oleh para peneliti adalah kesamaan material biologis antar planet satu dengan yang lain, ujar Stephen Kane dari San Francisco State University

Daftar Pustaka

Saturday, June 27, 2015

10 Permulaan dalam Perjalanan Luar Angkasa

Dalam artikel ini disajikan 10 kejadian yang mempelopori upaya manusia untuk menjelajahi luar angkasa.

14 Juni 1949 - Primata Pertama di Luar Angkasa

Seekor monyet rhesus yang dinamai Albert II mencapai ketinggian 134 km dengan mengendarai roket V2 yang diluncurkan Amerika. Sayangnya ia tewas saat mendarat akibat kegagalan parasut.

3 November 1957 - Hewan Pertama yang Mengorbit Bumi

Laika seekor anjing dari Rusia menjadi hewan pertama yang mengorbit Bumi. Ia berhasil mengorbit Bumi sebanyak empat kali di atas Sputnik 2. Sayangnya ia tewas tidak lama setelah itu akibat kepanasan.

12 April 1961 - Manusia Pertama yang Mengorbit Bumi

Yuri Gagarin
Author: NASA
Lisensi: Public Domain

Astronot (dalam bahasa Rusia disebut cosmonaut) Rusia Yuri Gagarin mengitari bumi dalam perjalanan luar angkasa selama 108 menit dengan mengendarai Vostok I. Sebagai manusia pertama di luar angkasa, ia menuturkan pengalaman yang dirasakannya tanpa gravitasi. Menurutnya, rasanya seperti terikat pada sebuah tali dengan posisi horisontal. Begitu mendarat kembali di Bumi ia segera menjadi seorang selebriti, dan berkeliling dunia untuk menuturkan pengalaman selama perjalanannya. Perjalanan ini merupakan perjalanannya satu-satunya ke luar angkasa sebelum meninggal pada tahun 1968 dalam sebuah kecelakaan pesawat. Abu tubuhnya disimpan dalam dinding di Kremlin Moscow.

5 Mei 1961 - Pesawat Antariksa Pertama yang Dikemudikan Manusia

Alan Shepard mencapai ketinggian 187 km dengan menggunakan pesawat Freedom 7 pada 5 Mei 1961. Berbeda dengan pesawat Gagarin yang dikendalikan secara otomatis, Shepard  mengendalikan pesawatnya secara manual.

6 Agustus 1961 - Orang Pertama yang Mengorbit Bumi Seharian

Gherman Titov adalah orang pertama yang menghabiskan sehari penuh untuk mengorbit Bumi. Ia melakukannya dengan mengendarai Vostok 2 pada 6 Agustus 1961. Ia mengorbit bumi sebanyak 17 kali dan juga merupakan orang pertama yang tidur di luar angkasa.

16 Juni 1963 - Wanita Pertama yang Mengorbit Bumi 

Valentina Nikolayeva-Tereshkova,
seorang pilot astronot dan
pahlawan bagi Uni Sovyet saat bermain ski

Author: V. Malyshev
Lisensi: Creative Commons
Attribution-Share Alike 3.0 Unported

Valentina Tereshkova seorang Astronot Rusia menjadi wanita pertama yang mengorbit Bumi. Ia  mengorbit bumi sebanyak 48 kali dalam hampir tiga hari perjalanan non stop dengan mengendarai Vostok 6.

18 Maret 1965 - Manusia yang Pertama Kali Berjalan di Luar Angkasa

Alexey Leonov seorang astronot Rusia adalah orang pertama yang melakukan aktifitas tanpa menggunakan kendaraan di luar angkasa. Kala itu ia terbang dalam misi Voskhod 2. Selama 12 menit ia berjalan di luar angkasa dengan diikat menggunakan kabel sepanjang 5 meter. 

24 April 1967 - Kematian Pertama di Luar Angkasa 

Tewasnya Vladimir Komarov tercatat sebagai kematian pertama di luar angkasa. Ia tewas saat wahana Soyuz 1 yang tengah dikendarainya meledak saat memasuki kembali atmosfir Bumi. 

21 Juli 1969 - Orang yang Pertama Berjalan di Bulan

Neil Armstrong yang mengkomandani misi Apollo tercatat sebagai orang pertama yang berjalan di Bulan. Salah satu keunikan dalam misi Apollo 11 adalah pakaian luar angkasa yang mereka kenakan. Pakaian ini diproduksi oleh salah satu produsen pakaian dalam wanita.

28 April 2001 - Wisatawan Luar Angkasa Pertama

Seorang miliuner dari Amerika bernama Dennis Tito menjadi orang pertama yang berwisata di luar angkasa. Ia menghabiskan hampir delapan hari di luar angkasa dengan menggunakan wahana Soyuz TM-32 milik Rusia. Ia juga sempat mengunjungi International Space Station EP-1.

Daftar Pustaka

ANONYMOUS 2014. 10 Space First. BBC Knowledge. BBC Magazines.

ShareThis