Saturday, May 3, 2008

10 Inovasi Untuk Menyelamatkan Lingkungan

Pemborosan sumber daya alam telah memacu terjadinya perubahan iklim secara global. Berdasarkan perkiraan PBB, pada tahun 2025 jumlah orang yang menderita kekurangan air akan meningkat hingga 3 milyar jiwa. Bayangkan, bagaimana masa depan kehidupan umat manusia. Berikut ini adalah beberapa inovasi yang tengah dikembangkan untuk memberikan sedikit harapan akan masa depan yang lebih sejahtera:

1. Kertas elektronik: Bentuknya sama dengan kertas pada umumnya namun, kertas ini dapat dihapus dan digunakan kembali. Kertas ini dibentuk dari jutaan kapsul mikro. Setiap kapsul mikro diisi dengan muatan positif dan negatif. muatan positif akan menampilkan warna hitam dan muatan negatif akan menampilkan warna putih. Kualitas gambar dan tulisan pada kertas ini sama baikknya dengan cetakan koran. dengan pengembangan kertas elektronik, manusia dapat mengurangi jumlah hutan yang dibabat untuk membuat kertas.2. Kubur karbondioksida: Karbon dioksida adalah salah tau gas rumah kaca yang bertanggung jawab atas terjadinya pemanasan global. Agar tidak terjadi peningkatan suhu bumi yang lebih tinggi, gas ini harus dicegah agar tidak terlepas ke atmosfir. Salah satu caranya adalah dengan mengubur karbon dioksida. Gas karbondioksida dapat disaring dan disuntikkan ke dalam tanah atau di kubur dalam tambang minyak yang sudah mengering. Sayangnya, para ahli masih belum mengetahui apakah menguburkan karbondioksida akan memberikan dapak buruk kepada tanah.

3. Bioremediation: Bioremediation adalah penggunaan tanaman dan mikroba untuk membersihkan pencemaran. U.S Environmental Protection Agency telah mengembangkan dan memanfaatkan proses ini untuk membersihkan pencemaran pada beberapa lokasi di Amerika Serikat. Kini, para peneliti tengah berusaha untuk melakukan modifikasi genetis pada tanaman-tanaman yang akan digunakan pada proses ini. Rekayasa ini amat penting agar, tanaman dapat menyerap lebih banyak polusi, dan mengolahnya dengan cepat di daun melalui proses foto sintesis.

4.Tanami atap rumah kita:
Ide ini berasal dari taman gantung yang ada di Babilonia kuno. Atap yang ditanami tanaman dapat menyerap panas dan emisi gas karbon dioksida. Karena dapat menyerap panas, rumah yang atapnya ditanami akan menjadi lebih sejuk. Selain menyerap karbon dioksida, tanaman juga akan melepaskan oksigen melalui proses fotosintesa.

5. Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Air Laut:

70% permukaan bumi ditutupi oleh lautan. Gelombang air laut menyimpan banyak energi. Energi ini dapat digunakan untuk menggerakkan turbin dan membangkitkan tenaga listrik. Saat ini, Portugal tengah mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga gelombang laut, yang diharapkan dapat membangkitkan listrik untuk 1500 kepala keluarga.

6. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Laut:

Selain memiliki gelombang, laut juga menyerap panas yang berasal dari matahari. Panas matahari membuat permukaan air lau lebih panas dibandingkan air di dasar laut. Hal ini menyebabkan air laut bersirkulasi dari dasar ke permukaan. Sirkulasi air laut ini juga dapat dimanfaatkan utuk menggerakkan turbin dan menghasilkan energi listrik.

7. Pembangkit Listrik tenaga Surya: Cahaya yang dipancarkan matahari sebenarnya terdiri atas parikel-partikel kecil yang disebut foton. Foton mengandung energi. Dengan menangkap foton melalui material tertentu, kita dapat menghasilkan energi listrik.

8. Bahan bakar hidrogen: Hidrogen adalah salah satu gas yang tidak menghasilkan polusi. Air adalah salah satu zat yang terbentuk atas hidrogen dan oksigen. Dengan menguraikan kembali hidrogen yang terdapat pada air, kita dapat menghasilkan energi listrik. Bahan bakar hidrogen kini telah dimanfaatkan untuk menjalan kan mobil dan menghidupkan laptop.

9.Destilasi : Destilasi adalah proses yang berguna untuk memisahkan garam dengan air. Dengan memisahkan garam dari air laut, kita dapat memperoleh air bersih yang siap diminum. Cara ini dapat mengurangi dampak kekurangan air bersih akibat pemanasan global.

10. Produksi minyak dari mahluk hidup: Minyak bumi sebenarnya berasal dari mahluk hidup. Hanya saja, proses untuk memproduksi minyak bumi membutuhkan waktu jutaan tahun. Kini para ahli telah dapat mempercepat proses ini. Mereka mengklaim dapat memproduksi 300 kg minyak bumi dari 1 ton kotoran kalkun.

1 comment:

elfrida_dina said...

tengkyu friends..
this text is very nice and usefull...

ShareThis