Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Monday, April 3, 2017

Sel Darah: Kunci Keremajaan dan Melawan Penuaan

Darah dari mahluk hidup yang masih muda nampaknya memiliki kekuatan penyembuh. Akan tetapi bagaimana kita bisa memanfaatkan sifat ini tenpa harus bergantung pada donor? Penemuan protein yang dapat menjaga sel induk (stem cell) darah agar tetap muda nampaknya membuka peluang ini.

Kemampuan darah muda untuk meremajakan pertama kali diamati dalam sebuah percobaan sadis yang disebut parabiosis. Parabiosis merupakan suatu bentuk eksperimen yang sudah ada sejak 1860. Dalam percobaan ini biasanya dua ekor tikus, yang satu masih muda dan yang satu lagi sudah tua dijahit menjadi satu. Tujuannya adalah untuk menghubungkan sistem sirkulasi dari kedua tikus ini. Setelah beberapa waktu akan teramati bahwa kesehatan dari tikus yang sudah tua akan meningkat, sementara yang masih muda akan menurun. Percobaan-percobaan lain pada hewan juga menunjukkan bahwa menyuntikkan darah yang sudah tua atau muda akan menghasilkan efek yang serupa. Mungkin, fakta ini pulalah yang melatar belakangi lahirnya kisah-kisah drakula atau mahluk-mahluk seram lain, yang dituturkan kerap menghisap darah gadis atau bayi untuk mempertahankan keabadiannya. Sebagai informasi, Novel Dracula pertama kali ditulis oleh Abraham Stoker pada tahun 1897, 30 tahun setelah publikasi eksperimen parabiosis pertama.    

Ilustrasi prosedur parabiosis, gambar diambil dari Duyverman et.al. (2012)
Walaupun seram, efek serupa memang berlaku juga pada manusia. Bukti lain, ketika disuntik dengan darah manusia remaja, tikus yang telah renta menunjukkan peningkatan ingatan, kemampuan memproses informasi dan aktifitas fisik. Oleh karena itu, darah dari remaja saat ini mulai diuji cobakan sebagai pengobatan untuk penyakit-penyakit penuaan misalnya Alzheimer. 

Sayangnya, penelitian-penelitian semacam ini sangat bergantung dengan adanya donor darah usia remaja. Walaupun penelitian ini berhasil, akan dibutuhkan sangat banyak donor agar prosedur ini dapat diterapkan secara luas. Sesuatu yang sangat sulit untuk diwujudkan.

Untungnya, sel induk darah kita dapat memberikan solusi alternatif. Baik darah merah maupun darah putih dalam tubuh kita dibentuk oleh sel-sel induk. Sel-sel ini sendiri juga memiliki induk (mother stem cells) yang berasal dari sumsum tulang. Sayangnya, seiring dengan pertambahan usia, induk dari sel induk ini jumlahnya semakin berkurang. Ketika meninggal pada usia 115 tahun, darah salah satu wanita tertua di dunia hanya memiliki dua sel induk lagi. 

Sel darah merah dan darah putih
Lisensi Public Domain
Penurunan jumlah ini menyebabkan orang tua memiliki lebih sedikit sel darah merah dan darah putih yang disebut dengan  limfosit B dan T. Penurunan jumlah sel darah ini dapat menyebabkan anemia serta melemahkan sistem kekebaalan tubuh. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh pada orang-orang tua biasanya tidak mampu membendung infeksi-infeksi yang hebat.

Tetapi masih ada harapan untuk meremajakan sel-sel induk ini. Sebuah tim di University of Ulm, Jerman, mengamati bahwa susmsum tulang tikus yang sudah tua mengandung sebuah protein yang disebut dengan osteopontin, dalam jumlah yang jauh lebih sedikit. Untuk mengetahui apakah protein ini memiliki pengaruh pada sel induk darah, maka tim ini menyuntikkan sel induk darah pada tikus yang memiliki sedikit osteopontin. Sangat menakjubkan karena sel-sel yang disuntikkan ini menua dengan sangat cepat. Sebaliknya, ketika sel induk yang memang sudah tua dicampurkan dengan osteopontin dan protein lain yang mengaktivasinya, sel-sel tua ini mulai memproduksi darah putih sebagaimana yang dilakukan oleh sel-sel induk darah yang masih muda. Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa osteopontin dapat meremajakan fungsi sel induk (Guidi et.al. 2017). Kemampuan ini mungkin dapat dimanfaatkan untuk membuat sel darah yang sudah tua kembali muda.

Ini merupakan sebuah terobosan yang besar. Akan tetapi penelitian-penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetaahui apakah pendekatan ini dapat meremajakan sistem peredaran darah secara keseluruhan. Saat ini kebanyakan penelitian yang berupaya memanfaatkan darah sebagai zat peremajaan baru berfokus pada plasama, komponen cair dari dara. Hal ini dikarena kebanyakan peneliti berpendapat bahwa plasma mengandung faktor-faktor yang menjaga kemudaan (Conboy et.al., 2011). 

Akan tetapi tim dari Jerman ini telah menunjukkan bahwa baik plasma maupun sel darah sama-sama penting. Telah terbukti bahwa menyuntikkan plasma darah dapat meremajakan hewan yang sudah tua. Akan tetapi perlakuan ini tidak seefektif ketika dua ekor hewan berbagi sistem sirkulasi darah bersama. Peran sel darah malah mungkin lebih signifikan karena mereka mampu meresap ke jaringan-jaringan tubuh.

Tim dari Jerman ini kini tengah mengembangkan sebuah obat yang mengandung osteopontin dan protein yang mengaktifkannya. Mereka berharap obat ini dapat mendorong sel induk tua untuk bekerja selayaknya masih muda. Dengan demikian sistem kekebalan tubuh pada orang tua dapat meningkat. Obat semacam ini mungkin bermanfaat untuk melawan infeksi dan anemia. Akan tetapi tim ini juga menduga bahwa tambahan osteopontin juga mampu memperbaiki kerja jantung. Osteopontin mungkin juga dapat menjadi obat bagi kelainan-kelainan darah akibat penuaan seperti myelodysplasias.

Penelitian-penelitian ini telah menambahkan bukti bahwa sel-sel tubuh dapat diremajakan. Walaupun demikian, sejumlah pengujian klinis masih dibutuhkan agar temuan-temuan ini dapat diterapkan pada manusia.

Daftar Pustaka


  1. Conboy, I. M., Yousef, H., & Conboy, M. J. (2011). Embryonic anti-aging niche. Aging (Albany NY), 3(5), 555-563.
  2. Duyverman, A. M., Kohno, M., Duda, D. G., Jain, R. K., & Fukumura, D. (2012). A transient parabiosis skin transplantation model in mice. Nature protocols, 7(4), 763-770.
  3. Guidi, Novella, et al. "Osteopontin attenuates aging‐associated phenotypes of hematopoietic stem cells." The EMBO Journal (2017): e201694969.

Saturday, April 1, 2017

Teknologi Paru-paru Buatan Portabel

Baru-baru ini telah muncul sejumlah inovasi teknologi berupa paru-paru buatan yang cukup ringkas untuk dibawa dalam sebuah ransel. Hasil uji coba menunjukkan bahwa paru-paru buatan ini dapat bekerja dengan baik pada domba. Inovasi ini merupakan salah satu alat yang dapat meningkatkan kualitas hidup bagi orang-orang yang mengalami kerusakan paru-paru, atau mereka yang hidupnya bergantung pada mesin-mesin berukuran besar.

Mesin pengganti fungsi paru-paru tradisional
gambar asli oleh Pfree2014
Lisensi Creative Commons 
Orang-orang yang mengalami kegagalan paru-paru biasanya bergantung pada mesin besar yang memompa darah mereka, dan mengalirkannya melalui alat yang berfungsi untuk menyuplai oksigen dan membuang karbondioksida. Hal ini kerap menyebabkan hidup mereka terbelenggu di atas tempat tidur dan justru menghambat pemulihan kesehatan mereka. Bahkan ketika mereka sebenarnya cukup kuat untuk bangun, mereka membutuhkan bantuan beberapa orang untuk mendorong peralatan dan tabung-tabung besar yang terhubung pada tubuh mereka. Para insinyur mulai memikirkan alternatif teknologi yang lebih nyaman sejak mewabahnya flu babi tahun 2009 lalu. Wabah ini telah mengakibatkan banyak pasien mengalami kegagalan paru-paru.

Paru-paru buatan merupakan suatu solusi sementara bagi para pasien yang mengidap infeksi paru-paru kronis atau yang sedang menunggu donor untuk transplantasi paru. Akan tetapi menciptakan teknologi ini ternyata lebih rumit dibandingkan dengan menciptakan jantung buatan. Fungsi jantung hanya memompa, sementara paru-paru terdiri atas jaringan buluh-buluh dan kantung udara yang kompleks, yang memungkinkan gas untuk berdifusi ke dan dari dalam darah. Paru-paru memiliki efisiensi tinggi dalam mempertukarkan gas, ini belum dapat ditandingi oleh teknologi yang ada hingga kini. Tantangan lain yang lebih kompleks adalah untuk membuat pompa untuk mendorong darah, melalui alat penukar gas, sebagaimana yang terdapat pada mesin saat ini.

Baru-baru ini, sebuah tim peneliti dari University of Pittsburgh yang dipimpin oleh William Federspiel menciptakan alat pengganti paru-paru yang dilengkapi dengan pompa dan tabung penukar gas. Yang lebih hebatnya lagi alat yang dihubungkan ke tubuh pasien lewat leher ini cukup ringkas untuk dibawa dalam sebuah tas ransel.  

Eksperimen yang dilakukan pada empat ekor domba menunjukkan bahwa alat ini mampu memasok oksigen ke dalam darah hewan-hewan ini selama enam jam (Madhani et.al., 2017). Menurut Federspiel, sebuah eksperimen lanjutan menunjukkan bahwa alat ini telah mampu bekerja selama lima hari penuh.

Ilustrasi paru-paru buatan portabel
gambar diambil dari www.ur.umich.edu
Teknologi serupa juga tengah dikembangkan oleh tim peneliti dari Carnegie Mellon University yang dikepalai oleh  Keith Cook. Perbedaannya, alat ini didesain bagi para pasien yang jantungnya masih cukup kuat untuk memompa darah. Darah yang awalnya dipompa ke paru-paru ini, dialirkan ke sebuah tabung portabel yang berfungsi mempertukarkan gas. Alat ini akan disambungkan dengan selang ke arteri jantung dan diikatkan ke badan pasien. Hasil percobaan menunjukkan bahwa alat ini dapat menunjang kehidupan tiga dari empat domba selama dua minggu.

Sayangnya kedua alat ini masih membutuhkan pasokan oksigen dari tabung. Akibatnya pasien juga masih harus membawa tabung oksigen kemana-mana. Walaupun demikian, pergerakan pasien masih jauh lebih bebas dibandingkan dengan menggunakan mesin yang saat ini ada.

Akan tetapi harapan akan teknologi yang lebih efisien nampaknya akan segera terwujud dengan adanya penelitian yang dilaksanakan oleh Badan Urusan Veteran Amerika Serikat. Kemampuan alat yang tengah dikembangkan oleh badan ini telah teruji pada tikus. Perbedaannya, alat ini tersusun oleh selang-selang sangat tipis yang dibuat dari membran-membran polimer. Darah yang dialirkan melalui selang-selang ini memperoleh penampang yang lebih luas bagi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Selang-selang ini juga mampu mempertahankan kesehatan sel-sel darah, dengan menirukan tekanan kapiler sebagaimana yang terjadi secara alamiah dalam paru-paru.

Daftar Pustaka

Monday, March 27, 2017

Minuman Sehat, Bukan Sekedar Jumlah tetapi Juga Jenis

Apa yang sehat untuk diminum? Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa untuk hidup sehat manusia perlu 2 liter cairan setiap hari. Saat ini, rata-rata orang dewasa minum 1.7 liter dalam bentuk air putih, teh, kopi, soda, susu, jus dan lain-lain. Dari segi kuantitas, jumlah rata-rata ini sudah di bawah standar. Terlebih lagi, pengetahuan orang tentang jenis minuman yang sehat, dipenuhi berbagai kepercayaan yang belum tentu benar adanya. Artikel ini menyajikan berbagai fakta dan data seputar berbagai minuman yang sering kita konsumsi.

Air Putih

Air putih
gambah asli oleh Jorge Barrios
Lisensi Public Domain
Anda tidak bisa tidak minum air putih. Air adalah nutrisi yang penting bagi manusia. Jika anda berhenti minum air putih selama seminggu, maka kesehatan anda akan segera terganggu. Tetapi bukan berarti minum air putih lebih banyak akan lebih baik.

Jadi, berapa banyak air putih yang baik diminum? Biasanya orang akan berkata 8 gelas sehari (sekitar 2 liter), walapun anda tidak merasa haus. Pada tahun 2002, ahli psikologi dari Dartmouth Medical School di New Hampshire mencoba untuk melacak asal usul anggapan ini (Valtin, 2002). Jejak paling mutakhir berasal dari sebuah buku terbitan tahun 1974, yang secara umum menyarankan orang untuk meminum enam sampai delapan gelas paduan air putih, minuman ringan, kopi, teh, susu dan bahkan bir. Akan tetapi, validitas bukti ilmiah atas saran ini tidak dapat ditunjukkan.

Menurut para ahli nutrisi dari Food and Nutrition Board yang merupakan bagian dari US National Academies of Science, Engineering and Medicine berpendapat bahwa, kebanyakan manusia sehat secara alamiah dapat memenuhi kebutuhan cairan dengan merespons rasa hausnya. Sebagai pengecualian, orang-orang tua yang dapat mengalami dehidrasi karena mekanisme tubuhnya untuk menimbulkan rasa haus sudah melemah.

Secara umum, hanya sedikit manfaat tambahan yang diperoleh dengan minum air putih lebih dari yang dibutuhkan untuk menghilangkan dahaga. Air putih sebenarnya tidak menghilangkan racun dari kulit, tidak memberikan dampak kasat mata pada mengencangnya kulit, atau menghilangkan sembelit. Ada sedikit bukti ilmiah bahwa minum air dingin dapat membantu membakar kalori, dan minum air putih saat makan dapat mengurangi asupan kalori. Hal ini lebih disebabkan karena air akan mengisi sebagian tempat dalam perut kita. dan membuat kita kenyang sebelum makan lebih banyak (termasuk mengurangi minat kita untuk makan / minum yang manis-manis). Akan tetapi, dampak langsung dari jumlah air yang masuk itu sendiri hingga kini belum jelas.

Terdapat penggalan-penggalan bukti ilmiah bahwa memperoleh cairan yang cukup dapat membantu kita mengurangi berbagai masalah kesehatan misalnya, kangker usus besar dan kandung kemih, penyakit jantung, serta infeksi saluran kencing. Hal ini dikarenakan cukupnya cairan akan membantu ginjal untuk membuang kotoran dari tubuh, sehingga mengurangi kerusakan dan keausan pada ginjal kita. Dehidrasi dapat menimbulkan rasa pening, dan air dapat menyembuhkan simtom ini. Minum banyak air ketika anda sedang menderita influenza, dapat membantu mencairkan dan mengeluarkan lendir.

Minum terlalu banyak air putih memang bukan obat segala penyakit, akan tetapi dampak negatifnya juga tidaklah banyak. Minum terlalu banyak air putih (over-hydration) dapat menimbulkan kematian. Hal ini pernah terjadi misalnya pada beberapa pelari maraton atau pengguna ecstasy. Akan tetapi kejadian ini tergolong jarang. Hyponatremic ringan (kurangnya sodium dalam darah), mungkin merupakan dampak terburuk bagi orang yang terlalu banyak minum air putih. Hal inipun bukan bahaya yag besar, walaupun dapat dihubungkan dengan munculnya gangguan kognitif dan resiko kelumpuhan bagi orang berusia lanjut.

Terdapat banyak klaim tentang manfaat minum air putih dalam jumlah yang banyak. Sayangnya, terdapat berbagai bias (kelemahan atau kemungkinan salah tafsir) pada penelitian-penelitian yang mendukung klaim-kalim ini. Misalnya, beberapa penelitian meyakini bahwa minum banyak air putih dapat meningkatkan perhatian dan daya ingat pada anak-anak usia 7 hingga 9 tahun. Yang menjadikan bias adalah karena anak-anak pada rentang usia ini merupakan kelompok yang paling rawan terhadap dehidrasi. Dehidrasi dapat menurunkan konsentrasi dan daya ingat. Sehingga jika anak-anak ini minum secara cukup (tidak perlu dalam jumlah lebih besar), konsentrasi dan daya ingat mereka akan kembali bekerja normal.

Soda, Minuman Ringan dan Juice Buah

Berbagai jenis minuman ringan, soda dan minuman buah
Gambar asli oleh Gregor
Lisensi Public Domain
Minuman-minuman bergula dapat merusak gigi, semakin banyak kita minum maka semakin cepat kerusakan yang terjadi. Ada mitos yang mengatakan bahwa kerusakan gigi sebenarnya diakibatkan oleh adanya CO2 dalam minuman ini. Mitos ini muncul karena minuman bersoda menimbulkan sensasi seperti ditusuk-tusuk pada gusi kita, berbeda dengan minuman lain. Ini tidaklah benar. Kerusakan gigi lebih disebabkan oleh paduan gula dan bahan perasa makanan misalnya asam fosfat. 

Tingginya kandungan gula pada minuman ringan dan soda membuat kita memperoleh asupan kalori tambahan yang besar disamping makanan. Satu kaleng standar soda, memiliki jumlah kandungan gula jauh di atas batas porsi gula tambahan per hari yang sehat. Kelebihan energi ini pada ujungnya akan ditimbun sebagai lemak. Oleh sebab ini pulalah orang-orang yang kerap mengkonsumsi minuman bergula ini cenderung kegemukan, apapun kelas ekonomi atau etnisnya. Mengkonsumsi satu kaleng minuman bersoda, atau yang setara kadar gulanya, akan meningkatkan resiko diabetes type 2 sebesar 25%. Dampak-dampak ini dibuktikan misalnya oleh Schulze et.al. (2004) dan Malik et.al. (2010). Secara umum, dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi minuman-minuman ini tidaklah baik bagi kesehatan.

Diet soda dan minuman dengan pemanis buatan, yang katanya lebih sehat

Karena minuman bergula itu buruk, maka orang berpikir bahwa menghilangkan gula dapat memecahkan persoalan. Terciptalah diet soda, minuman berkarbonasi yang mengandung pemanis buatan sebagai pengganti gula. Sayangnya dampak yang diharapkan tersebut tidak selalu terjadi. Sebagian penelitian menunjukkan bahwa mengganti soda dengan versi diet dapat menurunkan berat badan, ironisnya sebagian penelitian lain malah menunjukkan adanya peningkatan berat badan (misalnya dalam Yang (2010)). Konsumsi pemanis buatan yang terlalu banyak juga dapat membuat tubuh kita menjadi intoleran terhadap glukosa, yang menjadi cikal bakal diabetes tipe 2.

Paradoks ini terjadi karena dua sebab. Pertama, hasil eksperimen dengan subjek manusia untuk memahami hubungan ini masih terbatas (terutama karena masalah etis atau tidaknya eksperimen semacam ini). Kedua, paradoks ini terjadi karena pengaruh psikologis dan pola pikir konsumen. Misalnya, karena sudah mengkonsumsi versi diet, orang berpikir bahwa ia jadi bisa mengkonsumsi makanan manis lain misalnya es krim. Ada juga kemungkinan bahwa, pemanis buatan, yang rasa manisnya jauh di atas gula, membuat takaran gula yang biasa dikonsumsi menjadi kurang manis. Akibatnya, orang cenderung meningkatkan takaran gula yang ia konsumsi. Kemungkinan lain, pemanis buatan tidak ramah terhadap bakteri-bakteri di perut atau mengubah respons hormonal tubuh kita. Akibatnya tubuh sulit mengenali gula ketika ia masuk, sehingga asupan gula meningkat tanpa disadari (Swithers, 2013).

Paradoks ini haruslah membuat kita berhati-hati terhadap minuman yang mengandung pemanis buatan. Ia tidak boleh dikonsumsi setiap hari, dan harus dibatasi.

Juice buah dalam kemasan

Juice buah dalam kemasan
Gambar asli oleh Kayukayu10
Lisensi Crative Commons
Juice buah, apalagi diklaim murni, nampak seperti alternatif sumber cairan yang sehat. Ia juga mengandung vitamin, mineral dan antioksidan, yang tidak dimiliki oleh minuman manis lain. Sayangnya, ada beberapa manfaat buah yang sudah hilang setelah ia dijadikan juice. Misalnya, buah jeruk mengandung 1.7 gram serat, sementara serat ini hanya tersisa 0.4 gram dalam juice jeruk. Ditambah lagi minuman ini sering mengandung terlalu banyak gula atau pemanis buatan. Kandungan gula juice dalam kemasan bisa saja sama atau lebih tinggi dari coca cola. Akibatnya, resiko mengkonsumsi juice buah dalam kemasan (walaupun diklaim murni 100%) sama saja dengan soda atau minuman berpemanis lainnya.

Bahaya ini sulit untuk ditakar secara nyata, karena pengaruhnya juga bervariasi berdasarkan frekuensi konsumsi, gaya hidup, dan rajin tidaknya peminum juice buah dalam berolah raga. Para peneliti masih tidak dapat menyatakan mana yang lebih baik diantara minuman dengan gula tambahan, minuman berpemanis buatan atau juice buah murni. Yang pasti semua minuman ini berpotensi membangkitkan diabetes tipe 2 (Imamura et.al., 2016).

Alternatif yang mungkin lebih baik adalah membuat sendiri juice buah anda. Walaupun ada serat yang hilang dari buah asli, setidaknya anda masih bisa mengontrol jumlah gula yang dipergunakan. Pastikan anda memakai gula secukupnya, atau lebih aman lagi tidak perlu menambahkan gula sama sekali.

Minuman berenergi dan isotonik

Minuman berenergi biasanya digembar-gemborkan dapat meningkatkan performa atlet, dengan kemampuannya untuk mengganti cairan tubuh dan menambah energi serta elektrolit (sodium, potasium dan klorit). Jika dibandingkan dengan minum air putih saja, klaim-klaim ini sebagian benar. Akan tetapi, dampak nyata biasanya hanya teramati pada atlet-atlet profesional kelas elit. Otot-otot para atlet ini bekerja dengan efektifitas yang tinggi dan mengeluarkan energi dalam jumlah yang besar. Sementara bagi orang biasa, minuman berenergi tidak akan memberikan manfaat apa-apa. Ditambah lagi minuman-minuman ini biasanya juga mengandung gula dalam jumlah yang besar.

Selain itu, ada alternatif pengganti minuman berenergi yang lebih murah, yaitu susu cokelat rendah lemak. Paduan karbohidrat dan proteinnya 4:1. Ini ideal untuk pemulihan otot setelah berolah raga. Kebanyakan penelitian menyimpulkan bahwa minuman ini sama atau bahkan lebih baik dibandingkan dengan minuman berenergi komersial (Pritchett & Pritchett, 2012).

Susu

Susu adalah paduan yang kaya akan air, protein, mineral, vitamin, lemak dan kolesterol. Semua jenis mamalia dapat memproduksi susu, akan tetapi hanya manusialah satu-satunya spesies yang mengkonsumsi susu setelah dewasa.

Air susu ibu memberikan paduan nutrisi yang sempurna bagi pertumbuhan awal bayi. Setelah itu, susu sapi lemak penuh (full-fat) menjadi minuman yang disarankan untuk pertumbuhan otak. Asupan lemak yang disarankan turun menjadi 1-2%, setelah melewati usia  2 tahun. Akan tetapi, para peneliti sebenarnya belum mengetahui apakah susu memiliki manfaat unik bagi anak atau tidak. Sebagai contoh, penelitian di Kenya menunjukkan bahwa pemberian susu dapat membantu anak-anak yang terlambat tumbuh, utuk kemudian tumbuh normal. Akan tetapi, dampak pemberian susu tidak lebih baik dibandingkan dampak pemberian suplemen selain susu (Wiley, 2005; Wiley, 2010).

Dampak spesifik minum susu bagi orang dewasa lebih membingungkan lagi. Misalnya, anggapan bahwa kalsium tambahan dari susu vital untuk kesehatan dan kekuatan tulang. Makanan-makanan lain juga banyak yang mengandung kalsium, misalnya kacang-kacangan. Mayoritas ahli kala ini berpendapat bahwa paduan diet yang sehat dan aktifitas tubuh yang cukuplah yang dapat menjaga kesehatan tulang.

Kita juga mungkin perlu berhati-hati untuk tidak mengkonsumsi susu terlalu banyak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi tiga gelas susu per hari selama 20 tahun secara umum meningkatkan mortalitas, dibandingkan jika kita hanya minum segelas susu sehari (Michaƫlsson, et.al., 2014). Walaupun demikian, para peneliti mengingatkan bahwa banyak bias yang terkandung dalam hasil ini. Karena, selama 20 tahun, terdapat banyak faktor lain yang turut mempengaruhi mortalitas.

Susu kedelai

Susu kedelai merupakan subtitusi populer bagi susu sapi. Susu kedelai mengandung lebih sedikit lemak, namun sayangnya sering diproduksi dengan gula tambahan. Kemampuannya untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL cholesterol) juga nampaknya terlalu dilebih-lebihkan. Mengganti konsumsi susu sapi dengan susu kedelai kira-kira hanya menurunkan asupan kolesterol jahat sebanyak 3%. Jumlah ini tidak signifikan bagi peningkatan kesehatan.

Susu kedelai mengandung phytoestrogen yang dianggap membantu mencegah kangker payudara dan prostat, mengurangi resiko osteoporosis dan mengurangi dampak emosional karena menopause (Messina & Loprinzi, 2001). Sayangnya, hingga saat ini manfaat-manfaat ini belum teruji secara meyakinkan dalam eksperimen. Beberapa penelitian bahkan sebaliknya menunjukkan bahwa konsumsi susu kedelai malah meningkatkan resiko kangker payudara.

Kopi

Kopi Espresso
Gambar asli oleh Demion
Lisensi Creative Commons
Banyak orang yang menganggap bahwa kopi tidak baik bagi tubuh kita. Ia mengandung banyak kafein yang dapat membuat orang kecanduan, sulit tidur, dan diasosiasikan dengan resiko serangan jantung. Walaupun ia dapat menimbulkan rasa bugar, efek ini sangat singkat, dan tubuh peminumnya menjadi resistan. Akibatnya, peminum kopi sebenarnya tidak lebih bugar dari orang yang tidak minum kopi sama sekali. Apalagi minuman ini sebenarnya hanya mengandung sedikit energi, sementara ia membutuhkan banyak sumber daya, terutama air, untuk diproduksi. Nampak sangat buruk bukan?

Faktanya, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa anggapan-anggapan tersebut sangat berlebihan. Tidak ada bukti bahwa asupan kafein dalam jumlah yang sedang berbahaya bagi tubuh (Pourshahidi et.al., 2016). Kecanduan akan kafein pun sangat mudah dihilangkan. Hanya dengan mengurangi porsi konsumsi kopi secara gradual selama sebulan, kecanduan ini bisa hilang sama sekali.

Disamping kafein, kopi juga kaya akan senyawa yang disebut asam klorogenat. Senyawa ini dikenal mampu mengurangi penyerapan glukosa. Walaupun cara kerja senyawa ini belum diketahui secara jelas, akan tetapi keberadaan senyawa ini mendukung simpulan pengamatan bahwa peminum kopi umumnya lebih jarang menderita diabetes tipe 2 (Van Dam & Hu, 2005).

Sayangnya, biji kopi mengandung dua jenis minyak, cafestol dan kahweol, yang nampaknya berpengaruh meningkatkan kolesterol jahat yang menyumbat pembuluh darah. Tapi jangan khawatir karena kedua jenis minyak ini akan hilang selama proses pembuatan kopi (selama kopi ini disaring).

Penelitian-penelitian yang sudah ada juga tidak menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kopi dengan resiko kangker. Sebaliknya, minum kopi dalam jumlah yang wajar diduga dapat sedikit mengurangi resiko kangker. Resiko kangker pada peminum kopi meningkat ketika ia minum lebih dari 40 cangkir sehari dan pada peminum kopi ala turki. Kopi turki digiling sangat halus dan tidak disaring saat disajikan. Akibatnya, biji kopi yang mengandung dua minyak jahat tadi banyak yang terminum. Sementara, peminum kopi berat umumnya juga merokok dan minum alkohol. Kedua faktor inilah yang diduga lebih berkontribusi pada timbulnya kangker, bukan karena kopi itu sendiri.

Satu-satunya bahaya kesehatan yang nyata adalah karena kopi biasanya diminum panas-panas. Minuman panas (di atas 70 derajat celsius) apapun dapat meningkatkan resiko kangker kerongkongan (esofagus). Jadi silahkan saja menikmati kopi, asalkan ditunggu agak dingin terlebih dahulu dan jangan terlalu manis.

Teh

Teh umumnya dikenal sebagai minuman yang sehat. Teh, khusunya teh hijau, digembar-gemborkan banyak mengandung antioksidan dan senyawa anti kangker. Jangan senang dahulu, karena nampaknya mitos ini tidak seluruhnya benar.

Beberapa studi menunjukkan bahwa meminum teh hijau atau teh hitam, dapat menurunkan resiko kangker payudara, perut, dan paru-paru. Akan tetapi simpulan ini tidak konklusif. Misalnya Boehm et.al. (2009) menyimpulkan bahwa 51 penelitian yang melibatkan sampel lebih dari 1,2 juta orang menunjukkan fakta yang sebaliknya.

Manfaat-manfaat lain dari teh juga nampaknya hanya samar-samar ada. Ekstrak teh hijau dan hitam memang dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus yang menderita diabetes, serta meningkatkan metabolisme glukosa pada manusia sehat. Teh dan ekstraknya juga dapat menurunkan tekanan darah pada orang-orang yang beresiko terhadap penyakit kardiovaskular. Penelitian terhadap hewan menunjukkan bahwa catechins, senyawa yang terdapat pada teh hitam, dapat menghambat enzim yang mencerna lemak dan pati serta kemungkinan dapat meningkatkan metabolisme. Faktor-faktor ini mungkin dapat menjelaskan korelasi lemah antara konsumsi teh dan penurunan berat badan. Tetapi jangan senang dahulu, karena berkurangnya bobot badan ini sangat kecil dan tidak signifikan dalam meningkatkan kesehatan. Dampak dari faktor-faktor ini juga kemungkinan akan terlibas oleh faktor-faktor gaya hidup yang lain.

Walaupun manfaat teh tidak didukung bukti ilmiah yang kuat hingga saat ini, tetap saja menikmati teh tidak ada salahnya. Memang pernah ada seorang wanita yang kehilangan seluruh giginya pada usia 47 tahun karena overdosis flouride akibat konsumsi teh. Akan tetapi ini terjadi karena selama 17 tahun ia mengkonsumsi 100-150 teh celup per hari. Bagi kebanyak kita, kandungan flouride pada teh sebenarnya dapat melindungi gigi. Sebuah studi menunjukkan bahwa teh hijau dan teh hitam sama efektifnya untuk melindungi gigi sebagaimana mouthwash komersial.

Air kelapa

Air kelapa dikenal kaya akan potasium dan dianggap dapat membantu tubuh untuk menyerap cairan kala berkegiatan berat. Jika hal ini benar maka air kelapa dapat meningkatkan resiko kita untuk mengalami kelebihan cairan (overhydration). Studi terakhir menunjukkan bahwa hal ini tidak sepenuhnya benar. Air kelapa ternyata tidak lebih baik dibandingkan air putih biasa. Hingga kini juga tidak ada cukup bukti bahwa air kelapa meningkatkan resiko overhydration.

Cuka

Dikisahkan bahwa Cleopatra dahulu mencelupkan mutiara dalam cuka, sebagai ramuan untuk menarik cinta Mark Anthony. Setelah 2000 tahun orang masih mempercayai bahwa cuka dapat membantu mengatasi disfungsi ereksi, menurunkan tekanan darah, kolesterol dan berat badan.

Dari sisi kardiovaskuler, mungin ada sedikit bukti atas kepercayaan ini. Sebuah studi yang dilakukan di Arizona menunjukkan bahwa, cuka dapat menstabilkan gula darah dan insulin baik pada penderita diabetes maupun orang sehat, apabila mereka minum cuka (yang diencerkan) sebelum mengkonsumsi karbohodrat kompleks. Asam asetat, yang memberikan rasa cuka, diduga sebagai zat yang memungkinkan hal ini. Akan tetapi peneliti belum bisa memastikan, karena cuka juga mengandung berbagai asam amino yang dapat menyebabkan hal ini.

Kemampuan cuka untuk menurunkan berat badan belum dapat dipastikan. Akan tetapi sebuah penelitian di Korea Selatan menunjukkan bahwa, walaupun berat badan tidak berkurang, pengkonsumsi cuka akan kehilangan sebagian lemak jahat dalam tubuh mereka.

Walaupun bermanfaat, sayangnya asam cuka juga dapat beresiko merusak gigi kita. Oleh karena itu, bukan hal yang bijaksana untuk mengkonsumsi cuka dalam jumlah banyak.

Demikianlah mitos, fakta, manfaat dan kerugian dari berbagai minuman yang populer di sekitar kita. Masing-masing jenis minuman ini memiliki resiko dan potensi manfaat masing-masing. Oleh karena itu, memadukan berbagai minuman ini, dan mengkonsumsinya secara tidak berlebihan mungkin merupakan pilihan terbaik bagi kita. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda untuk dapat hidup dengan lebih sehat.

Untuk memperdalam pengetahuan anda, saya menyarankan untuk juga menelaah daftar rujukan berikut. Terima kasih banyak atas dukungan anda dalam blog ini.                      

Daftar Pustaka

  1. Boehm, K., Borrelli, F., Ernst, E., Habacher, G., Hung, S. K., Milazzo, S., & Horneber, M. (2009). Green tea (Camellia sinensis) for the prevention of cancer. The Cochrane Library.
  2. Coombes, J. S., & Hamilton, K. L. (2000). The effectiveness of commercially available sports drinks. Sports Medicine, 29(3), 181-209.
  3. Malik, V. S., Popkin, B. M., Bray, G. A., DesprƩs, J. P., Willett, W. C., & Hu, F. B. (2010). Sugar-sweetened beverages and risk of metabolic syndrome and type 2 diabetes. Diabetes care, 33(11), 2477-2483.
  4. Imamura, F., O'Connor, L., Ye, Z., Mursu, J., Hayashino, Y., Bhupathiraju, S. N., & Forouhi, N. G. (2016). Consumption of sugar sweetened beverages, artificially sweetened beverages, and fruit juice and incidence of type 2 diabetes: systematic review, meta-analysis, and estimation of population attributable fraction. British journal of sports medicine, 50(8), 496-504.
  5. Messina, M. J., & Loprinzi, C. L. (2001). Soy for breast cancer survivors: a critical review of the literature. The Journal of nutrition, 131(11), 3095S-3108S.
  6. Michaƫlsson, K., Wolk, A., Langenskiƶld, S., Basu, S., Lemming, E. W., Melhus, H., & Byberg, L. (2014). Milk intake and risk of mortality and fractures in women and men: cohort studies. Bmj, 349, g6015.
  7. Pourshahidi, L. K., Navarini, L., Petracco, M., & Strain, J. J. (2016). A Comprehensive Overview of the Risks and Benefits of Coffee Consumption. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, 15(4), 671-684.
  8. Pritchett, K., & Pritchett, R. (2012). Chocolate milk: a post-exercise recovery beverage for endurance sports. In Acute Topics in Sport Nutrition (Vol. 59, pp. 127-134). Karger Publishers.
  9. Schulze, M. B., Manson, J. E., Ludwig, D. S., Colditz, G. A., Stampfer, M. J., Willett, W. C., & Hu, F. B. (2004). Sugar-sweetened beverages, weight gain, and incidence of type 2 diabetes in young and middle-aged women. Jama, 292(8), 927-934.
  10. Swithers, S. E. (2013). Artificial sweeteners produce the counterintuitive effect of inducing metabolic derangements. Trends in Endocrinology & Metabolism, 24(9), 431-441.
  11. Valtin, H. (2002). “Drink at least eight glasses of water a day.” Really? Is there scientific evidence for “8× 8”?. American Journal of Physiology-Regulatory, Integrative and Comparative Physiology, 283(5), R993-R1004.
  12. Van Dam, R. M., &a Hu, F. B. (2005). Coffee consumption and risk of type 2 diabetes: a systematic review. Jama, 294(1), 97-104.
  13. Wiley, A. S. (2005). Does milk make children grow? Relationships between milk consumption and height in NHANES 1999–2002. American Journal of Human Biology, 17(4), 425-441.
  14. Wiley, A. S. (2010). Dairy and milk consumption and child growth: Is BMI involved? An analysis of NHANES 1999–2004. American Journal of Human Biology, 22(4), 517-525.
  15. Yang, Q. (2010). Gain weight by “going diet?” Artificial sweeteners and the neurobiology of sugar cravings. Yale J Biol Med, 83(2), 101-108.

Sunday, March 19, 2017

Dehidrasi, Bagaimana Dampaknya bagi Tubuh Anda?

55-65 persen dari tubuh kita terdiri atas air. Air merupakan komponen penting untuk memungkinkan otak kita bekerja, darah kita mengalir dan otot kita bergerak. Akan tetapi apa yang akan terjadi ketika kita berkeringat saat olah raga, berjalan-jalan di pantai atau sekedar mengindahkan rasa haus kita? Pengaruh dehidrasi berbeda bagi setiap orang, pengaruhnya juga bervariasi bergantung pada bagaimana kita bergerak, dan seberapa banyak kita biasanya berkeringat. Walupun demikian, dehidrasi tetap saja dapat berdampak fatal.

Ilustrasi Kejuaraan Kickboxing FFSCDA
Gambar asli oleh Claude PERON
Lisensi Creative Commons
Tahap 1 Kehausan
Rasa haus melanda ketika kita kehilangan 2% dari masa tubuh kita. Untuk orang yang memiliki bobot 65 Kg, air yang hilang kira-kira sebesar 1,3 Kg. Anda dapat kehilang jumlah ini saat berolah raga berat, misalnya bertinju, selama satu jam tanpa minum. Akibatnya, tubuh anda akan berupaya untuk menyerap seluruh cairan yang tersisa. Ginjal anda akan mengalirkan lebih sedikit air ke kandung kemih sehingga air seni menjadi lebih pekat. Anda akan lebih sedikit mengeluarkan keringat sehingga, suhu tubuh anda akan meningkat. Darah anda menjadi lebih kental dan sulit mengalir. Untuk menjaga aliran oksigen ke otak, detak jantung anda akan meningkat dengan cepat.




Ilustrasi Atlet balap sepeda Australia Nick Gates
Gambar asli oleh Gls
Lisensi Creative Commons
Tahap 2 Rasa Pusing dan Hilang Kesadaran
Hal ini dirasakan ketika tubuh kehilangan 4 persen air, kira-kira 2.6 Kg bagi orang yang memiliki bobot 65 Kg.  Ini terjadi ketika kita beraktifitas yang kira-kira setara dengan mengendarai sepeda pada cuaca yang sangat panas selama tiga jam tanpa minum. Aktifitas ini juga setara dengan berjalan tanpa air selama dua hari penuh. Akibatnya konsentrasi darah kita akan sangat tinggi, alirannya akan lambat dan menybabkan tekanan darah turun. Kulit kitapun akan mulai mengkerut dalam kondisi ini. Turunnya tekanan darah yang signifikan akan membuat kita pusing dan dapat saja pingsan. Saat itu kita tidak akan berkeringat lagi dan tubuh kita menjadi terlalu panas tanpa ada asupan air untuk medinginkannya.




Ilustrasi Gurun Pasir Rub' al Khali
gambar asli oleh Nepenthes
Lisensi Creative Commons
Tahap 3 Kerusakan Organ
Hal ini terjadi ketika anda kehilangan air setara dengan 7% dari bobot tubuh anda. Untuk orang dengan berat badan 65KG, air yang hilang kira-kira 4.6 Kg. Hal ini dapat terjadi misalnya jika anda tersesat di padang pasir. Kala itu tubuh kita akan mengalami kesulitan untuk mempertahankan tekanan darah. Untuk mempertahankan kehidupan, tubuh akan mengurangi aliran darah ke organ-organ yang tidak vital, misalnya ginjal dan usus. Sayangnya, jika berlarut-larut hal ini dapat menimbulkan kerusakan pada organ-organ tersebut. Tanpa adanya ginjal yang menyaring darah, maka racun-racun dari seluruh tubuh akan menumpuk dan membahayakan jiwa anda.


Tahap 4 Kematian
Ilustrasi Pelari pada even
GRAND BARA 2009

Gambar asli oleh J
oshua Bryce Bruns
Lisensi Public Domain
Ini terjadi ketika seseorang dengan berat badan 65 Kg kehilangan 6.5 Kg air (10%). Hal ini akan anda alami jika anda berjalan terus menerus selama lima hari, atau berlari 11 jam non stop pada suhu 30 derajat celsius, tanpa minum. Ini adalah kondisi gawat darurat. Tubuh yang terlalu panas akan menyebabkan organ-organ dalam yang vital juga memanas. Kerusakan hati misalnya, dapat membunuh anda. Akan tetapi jika anda cukup beruntung, racun-racun dalam darah anda akan menumpuk dan hanya merusak ginjal anda. Anda memang masih mungkin tertolong, walaupun demikian, anda masih membutuhkan transplantasi ginjal setelahnya.

Sunday, October 11, 2009

Pil KB dapat Mengubah Preferensi Pasangan

Pil KB dan metode kontrasepsi lainnya dapat mengubah siklus alami hormon wanita juga, dapat mengubah preferensi mitra mereka dan kemungkinan keberhasilan reproduksi. Hasil studi ini diterbitkan dalam jurnal Trends in Ecology and Evolution edisi Oktober. Bahkan pria pilihan mungkin akan terpengaruh.

Wanita hanya subur untuk periode singkat selama siklus menstruasi mereka, tepat sebelum ovulasi. Banyak penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa preferensi pasangan baik perempuan dan laki-laki bervariasi secara signifikan sesuai dengan fluktuasi hormon dan diprediksi terkait dengan siklus menstruasi alami. Ovulasi berhubungan dengan pergeseran signifikan dalam beberapa karakteristik fisik wanita, perilaku dan persepsi yang terkait dengan daya tarik pasangan.

Wanita berovulasi menunjukkan preferensi lebih terhadap sifat maskulin laki-laki, dan mereka sangat tertarik pada laki-laki yang menunjukkan sifat dominasi, berdaya saing dan lebih memilih mitra yang secara genetik berbeda dengan diri mereka sendiri, begitulah hasil yang ditunjukkan oleh penelitian. Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa kesamaan genetis antara pasangan mungkin akan dikaitkan dengan ketidaksuburan.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria mendeteksi status kesuburan wanita, dan lebih memilih berovulasi dengan wanita saat mereka dapat membandingkan daya tarik wanita yang berbeda. Jadi kesimpulannya adalah pria akan cenderung kurang tertarik dengan wanita yang mengkonsumsi pil kontrasepsi karena terganggunya kesuburan wanita tersebut.

Pil kontrasepsi mengubah fluktuasi hormon yang terkait dengan siklus menstruasi dan pada dasarnya meniru kondisi hormon yang berkaitan dengan kehamilan.

"Meskipun studi pemilihan pasangan pada manusia telah secara rutin mencatat penggunaan pil selama dekade terakhir untuk mengontrol efek samping, usaha dalam memahami konsekuensi dari efek seperti pil masih amat sedikit," ungkap penulis studi Alexandra Alvergne dari University of Sheffield .

Alverne dan kolega Virpi Lumma membahas riset baru yang mendukung kesimpulan bahwa penggunaan pil oleh perempuan mengganggu preferensi mereka dalam memilih pasangan selama siklus menstruasi. Para peneliti juga berspekulasi bahwa penggunaan kontrasepsi oral dapat mempengaruhi kemampuan wanita untuk menarik pasangan dengan mengurangi daya tarik untuk laki-laki, sehingga mengganggu kemampuannya untuk bersaing dengan wanita yang siklus mestruasinya normal.

Yang menarik adalah fakta bahwa perempuan minum mengkonsumsi pil kontrasepsi tidak menunjukkan ketertarikan khusus untuk berovulasi dengan mitra yang berbeda secara genetik. "Pertanyaan yang paling menonjol adalah apakah penggunaan kontrasepsi oral ketika membuat keputusan perkawinan dapat memiliki konsekuensi jangka panjang pada kemampuan pasangan untuk bereproduksi," ujar Lummaa.

Secara bersamaan, semakin banyak studi menunjukkan bahwa pil ini mungkin memiliki dampak pada keputusan kawin manusia dan reproduksi berikutnya. "Jika ini kasusnya, gunakan pil akan berdampak baik untuk generasi sekarang, maupun masa depan, dan kami berharap tinjauan kami akan mendorong penelitian lebih lanjut tentang pertanyaan ini," kata Lummaa.

Catatan:
Ovulasi: proses pelepasan telur yang telah matang dari dalam rahim menuju tuba falopi untuk dibuahi

Wednesday, May 28, 2008

Sindrom-sindrom dari Negeri Dongeng

Umumnya, sindrom-sindrom yang diderita manusia dinamai berdasarkan nama ahli yang pertama kali mengamati keberadaan sindrom tersebut. Namun, ada loh sejumlah sindrom yang dijuluki berdasarkan nama karakter pada dongeng atau novel ternama. Misalnya saja sindrom-sindrom berikut ini:

Rapunzel Syndrome: Rapunzel, adalah nama seorang putri dengan rambut yang amat panjang dalam dongeng. Secara medis, sindrom ini disebut juga trichobezoar. Penderita sindrom ini mengalami gangguan usus karena sering memakan rambutnya sendiri. Sindrom ini umumnya muncul pada penderita trichotillomania, kelainan psikologis yang mendorong penderitanya untuk mencabuti rambut dari kepalanya sendiri.

Othello Syndrome: Sindrom ini dinamai berdasarkan nama karakter pada novel karya Shakespeare yang membunuh istrinya akibat ketakpercayaan yang berlebihan. Sindrom ini sering juga disebut kecemburuan delusional. Penderita sindrom ini secara kukuh menyakini bahwa pasangannya adalah orang yang tidak setia. Ketakpercayaan ini ditunjukkan dengan menuduh, membuntuti atau bahkan menyakiti pasangannya untuk membuktikan kesetiaan mereka.
Lady Windermere Syndrome: Nama sindrom ini diambil dari nama tokoh dalam drama karya Oscar Wilde. Sindrom ini disebabkan oleh bakteri yang mengakibatkan batuk secara terus menerus, nafas yang tersengal-sengal dan gangguan paru-paru. Sindrom ini biasanya diatasi dengan mengkonsumsi antibiotic dan obat-obatan anti tuberculosis.

Peter Pan Syndrome: Sindrom ini dinamai berdasarkan nama karakter karya J.M. Barrie yang menolak untuk tumbuh dewasa. Penderita sindrom ini menampakkan ketidak dewasaan dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Mereka menolak untuk diberi tanggung jawab, menolak menerima norma yang berlaku, mengutamakan fantasi yang mereka miliki dan selalu membutuhkan asuhan ibunya.

Mowgli Syndrome: Sindrom ini dinamai berdasarkan nama karakter utama pada buku "The Jungle Book" karya Rudyard Kipling. Sindrom ini menggambarkan anak-anak dengan mental dan kemampuan fisik yang lemah akibat penolakan atau pelecehan dari orang tuanya. Sindrom ini juga menggambarkan anak-anak yang tumbuh tanpa adanya kontak dengan orang lain.

Cinderella's Syndrome: Dinamai berdasarkan karakter dalam cerita karya Charles Perrault. Sindrom ini biasa dialami oleh anak yang diadopsi atau anak tiri. Penderita sindrom ini umumnya akan berfantasi bahwa mereka telah dianiaya atau diterlantarkan oleh orang tua angkat atau ibu tiri mereka.
Pickwickian Syndrome: Nama sindrom ini diambil dari Joe Pickwick, karakter dalam novel karya Charles Dickens, "The Pickwick Papers". Secara medis sindrom ini dikenal juga dengan nama "obesity hypoventilation syndrome". Sindrom ini ditandai dengan kombinasi antara obesitas dan kesulitan bernafas saat tidur.

Huckleberry Finn's Syndrome: Nama sindrom ini diambil dari nama tokoh pada novel karya Mark Twain. Penderita sindrom ini umumnya adalah anak-anak yang memiliki kelebihan secara intelektual. Penderita sindrom ini memiliki kebiasaan untuk melalaikan tanggung jawab yang mereka terima karena merasa tidak setuju dengan pola pengasuhan, atau merasa diabaikan oleh orang tua mereka. Sindrom ini juga dapat diderita oleh anak-anak normal yang terlahir dari orang tua yang memiliki keterbelakangan mental.

Dorian Gray Syndrome: Dorian Gray adalah nama karakter dalam novel karya Oscar Wilde. Dorian Gray adalah seorang pria tampan yang menginginkan potret dirinya dapat bertambah tua menggantikan dirinya sendiri. Penderita sindrom ini memiliki sikap kritis yang berlebihan pada penampilan fisiknya. Mereka tidak mampu berkompromi dengan penuaan, dan amat bergantung pada kosmetik dan produk kecantikan untuk mempertahankan kemudaannya.

Alice in Wonderland Syndrome: Nama sindrom ini diambil dari nama tokoh pada kisah karya Lewis Carroll. Penderita sindrom ini mengalami distorsi visual dan merasa bahwa bagian tubuh atau benda-benda disekitarnya berubah ukuran. Penderita sindrom ini umumnya adalah penderita migran, epilepsi atau orang yang mengkonsumsi narkotika dan obat penenang.

ARTIKEL TERKAIT:

Wednesday, May 14, 2008

10 Jenis Penyakit , Sindrom dan Kelainan Aneh

Di dunia ini memang menyebar banyak sekali penyakit, sindrom atau kelainan. Beberapa diantaranya, amat tidak lazim dan aneh. Kebanyakan penyakit dan sindrom ini disebabkan karena faktor psikologis. Penyakit, sindrom dan kelainan ini dapat saja diderita oleh kerabat dan teman kita. Dengan mengenal penyakit dan sindrom ini, kita dapat menyarankan kepada mereka untuk melakukan pengobatan atau konsultasi.

1. Trichotillomania : Merupakan kelainan kontrol impuls. Penderita kelainan ini terdorong untuk mencabuti rambut yang tumbuh di tubuhnya sendiri. Misalnya, rambut pada kepala, hidung, ketiak atau kaki . Kelainan ini disebabkan karena kelainan serotonin dan dopamine pada otak. Penderita kelainan ini tidak menyadari apa yang mereka lakukan sehingga, kelainan ini dapat dikurangi dengan melakukan pelatihan perilaku (Habit Reversal Training ).

2. Cotard's Syndrome: Penderita sindrom ini sering merasa bahwa dirinya telah meninggal dunia atau pada dasarnya tidak tercipta di dunia ini. Penderita sindrom ini juga dapat saja merasakan bahwa ia sedang kehilangan darah atau organ-organ dalam tubuhnya. Cotard's Syndrome adalah salah satu kelainan neuropsychiatric yang langka. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa, sindrom ini dapat muncul akibat menderita depresi. Sindrom ini diberi nama sesuai dengan penemunya yaitu, Jules Cotard. Pada tahun 1880, Jules Cotard mengangkat kasus dari salah seorang pasiennya, yang mengingkari sebagian anggota tubuhnya (misalnya, ia mengaku bahwa ia tidak mengenal anggota tubuh yang disebut dengan tanga) dan mengklaim bahwa dirinya tidak butuh makan.

3. Kleptomania: Kelainan ini cukup populer di Indonesia. Penyakit ini muncul akibat kelainan serotonin pada otak. Penderita penyakit ini umumnya wanita. Penderita penyakit ini sulit mengendalikan diri untuk tidak mengambil barang miliki orang lain atau dari toko. Tetapi penderita penyakit ini bisa dibedakan dari pencuri biasa karena, barang-barang yang diambilnya adalah barang-barang yang tidak berharga seperti, penjepit kertas, tisu, peniti dll (kalo ngambilnya HP sih emang maling, hajar ajahhhhh hehehehe....). Kelainan ini dapat diobati dengan melakukan Cognitive-behavioral therapy.

4. Stendhal Syndrome: Penyakit ini menyebabkan penderitanya mengalami sakit kepala, jantung berdebar-debar dan halusinasi saat melihat benda-benda seni (terutama yang bagus dan besar). Nama penyakit ini diambil dari nama seorang penulis Perancis pada abd ke 19. Dalam bukunya yang berjudul "Naples and Florence: A Journey from Milan to Reggio", Stendhal mengungkapkan pengalamannya saat melihat benda-benda seni di Florence. Penyakit ini diteliti pertama kali oleh psikiatris Italia, Graziella Magherini, pada tahun 1979. Ia mengamati 100 orang turis asing yang mengalami gejala yang sama dengan Stendhal saat mengunjungi Florence.

5. Exploding Head Syndrome: Penderita kelainan ini merasakan munculnya suara keras atau ledakan dari dalam kepalanya. Perasaan ini dapat menimbulkan ketakutan atau membuat penderitanya kehilangan kesadaran. Penyakit ini lebih banyak diderita oleh wanita. Walapun belum diketahui penyebabnya, penyakit ini diduga muncul akibat stress dan kelelahan.

6. Capgras Delusion: Penyakit ini menyebabkan penderitanya merasa bahwa beberapa anggota keluarganya telah digantikan oleh orang lain yang menyerupai mereka. Gejala ini umum dijumpai pada penderita schizophrenia, pengguna narkoba, mantan penderita stoke atau orang yang pernah mengalami cedera otak. Penyakit ini membuat penderita enggan untuk bergaul dengan anggota keluarga yang dicurigainya. Penyakit ini pertama kali diamati oleh Joseph Capgras dan Reboul-Lachaux pada tahun 1923.

7. Pica: Penyakit ini mendorong penderitanya untuk memakan barang-barang yang umumnya tidak dianggap makanan misalnya tanah, baru, kapur, kertas, korek api dll. Penderita pica juga terdorong untuk mengkonsumsi bahan-bahan pembuat makanan yang masih mentah misalnya tepung, bawang mentah dll. Sejumlah ahli menduga bahwa, Pica disebabkan karena kekurangan mineral tertentu tetapi, dugaan ini belum dapat dibuktikan secara kuat.
8. Genital Retraction Syndrome: Sindrom ini menyebabkan penderitanya menjadi panik. Pria penderita penyakit ini merasa bahwa penisnya menyusut hingga akhirnya menghilang karena masuk ke dalam pinggulnya. Wanita penderita sindrom ini akan merasa bahwa payudaranya mengecil dan berangsur-angsur menjadi rata. Beberapa penderita bahkan merasa bahwa dirinya telah menjadi korban guna-guna, atau tenung.

9.Stockholm syndrome: sindrom ini biasa di derita oleh para korban penyanderaan. Ketimbang dendam terhadap penyandera, si korban malah bersikap loyal terhadap penyandera. Para mengalami ikatan emosional dengan para penyandera dan kerap berusaha melindungi penyandera dari sergapan aparat. Sindrom ini juga kerap diderita oleh para korban pemerkosaan, penculikan atau anak korban kekerasan seksual. Sindrom ini pertama kali di amati pada para koban penyanderaan di sebuah bank di Stockholm, Swedia, pada tahun 1973. Setelah enam hari disandera, para korban malah berbalik membela para penyanderanya.

10.Jerusalem Syndrome: Sindrom ini adalah salah satu jenis religious psychosis yang muncul setelah mengunjungi Jerussalem. Penderita sindrom ini merasa bahwa dirinya adalah seorang nabi yang diutus oleh tuhan. Akibatnya, mereka berusaha mendakwahkan ajaran-ajaran mereka yang diklaim berasal dari tuhan. Mereka sering menuduh orang lain sebagai pendosa yang harus melakukan pertobatan dengan tuntunan mereka. Sindrom ini biasanya muncul setelah beberapa minggu meninggalkan Jerusalem. Wah, sindrom ini penting nih untuk diketahui sama aparat berwenang karena, bisa saja para penyebar aliran sesat di Indonesia menderita sindrom serupa hehehe......

ARTIKEL TERKAIT:

Tuesday, May 6, 2008

Manfaat-manfaat Pola Makan Ala Mediterania

Sejumlah penelitian yang dilakukan antara tahun 2006-2008 telah menunjukkan bahwa diet ala Mediterania memiliki sejumlah dampak positif terhadap kesehatan manusia. Diet ala Mediterania memiliki beberapa ciri, yaitu:
1. Konsumsi harian buah-buahan, sayur-mayur dan cereal yang tinggi.
2. Lebih sering mengkonsumsi ikan dibandingkan daging dan ayam
3. Rendahnya konsumsi saturated fats (daging, kulit ayam) dan tinggi konsumsi unsaturated fats
4. Jarang mengkonsumsi produk-produk susu
5. Jarang mengkonsumsi alkohol
6. Sering mengkonsumsi minyak zaitun


Berdasarkan penelitian, pola makan seperti ini mendatangkan banyak manfaat. Nah, apa saja sih manfaat pola makan seperti ini ?

1. Memperpanjang usia harapan hidup:
Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada 74.000 pria dan wanita Eropa yang sehat dan berusia minimum 60 tahun, menunjukkan bahwa diet ala Mediterania memiliki dietary score yang lebih tinggi dibandingkan diet-diet lain. Dietary score yang lebih tinggi berkorelasi terhadap angka kematian yang lebih rendah.

2. Mencegah munculnya penyakit Alzheimer:
Peneliti Nikolaos Scarmeas, meneliti catatan pola makan selama beberapa tahun dari 194 penderita Alzheimer dan 1.790 orang sehat yang berusia rata-rata 76 tahun. Nikolaos Scarmeas mengukur kemiripan pola makan pertisipan dengan pola makan Mediterania. Pola makan dengan score nol, menggambarkan pola makan yang tidak mirip sama sekali dengan pola makan Mediterania, sedangkan score sembilan menunjukkan bahwa pola makan tersebut amat mirip dengan pola makan Mediterania. Nikolaus kemudian melakukan uji fungsi-fungsi otak terhadap para partisipan. Hasilnya, para partisipan yang pola makannya mendekati pola makan Mediterania (scorenya 7-9) resiko terjangkit Alzhemeirnya 68% lebih rendah jika dibandingkan dengan partisipan yang memiliki pola makan lain. Penelitian lain yang dilakukan di New York juga menunjukkan bahwa, para penderita Alzhemeier yang makan alam Mediterania memiliki usia harapan hidup 1.3 tahun lebih panjang jika dibandingkan dengan penderita dengan pola makan lain.

3. Mencegah anak menderita asma:
Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada bulan Januari 2008 menunjukkan bahwa, Ibu yang semasa hamil menggunakan pola makan ala Mediterania memiliki resiko yang lebih rendah untuk melahirkan bayi dengan penyakit asma. Dari 468 pasang ibu dan anak yang ia teliti, 36% ibu tidak berdiet ala Mediterania dan 74% lainnya berdiet ala Mediterania. Pada ibu yang tidak berdiet ala Mediterania semasa hamil, para peneliti menemukan bahwa 17% anak mereka menderita alergi kulit dan 6% anak mereka menderita asma.

4. Mencegah munculnya alergi semasa kanak-kanak:
Sebuah penelitian dilakukan pada 700 orang anak berusia 7-18 tahun di daerah pedesaan di Yunani. Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa, anak-anak yang berdiet ala Mediterania memiliki resiko yang lebih kecil untuk terjangkit alergi pernafasan, kulit dan penyekit asma.

5. Mencegah penyakit paru-paru
Sebuah penelitian pada 43.000 pria di Amerika Serikat menunjukkan bahwa, diet ala Mediterania menurunkan resiko terjangkit penmyakit paru-paru seperti ephysema dan bronchitis. Diet ala Mediterania bahkan menurunkan resiko terjangkit penyekit-penyakit ini dikalangan perokok.

Sunday, May 4, 2008

Pola Makan Untuk Meningkatkan Kinerja Otak

Makanan adalah sumber nutrisi bagi tubuh, termasuk bagi otak manusia. Karena itu tidak heran jika makan yang kita konsumsi amat berpengaruh kepada kemampuan otak kita. Pengaruh nutrisi makanan tidak dapat dirasakan secara seketika tetapi harus dikonsumsi secara teratur baik untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang baik dikonsumsi untuk meningkatkan kinerja otak manusia.

Makan Pagi
Makanan yang kita konsumsi pada pagi hari adalah makanan paling penting bagi tubuh kita. Makanan-makanan ini adalah sumber nutrisi pertama yang masuk ke tubuh kita, dan akan mempengaruhi kinerja organ-organ tubuh sepanjang hari. Pada makan pagi disarankan untuk mengkonsumsi, makanan yang rendah lemak misalnya buah-buahan. Berdasarkan penelitian, buah-buahan terbukti mampu meningkatkan kesigapan otak dalam berfikir. Selain kaya akan vitamin, buah-buahan juga merupakan sumber antioksidan yang dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Namun harus diingat, bagi penderita maag hindari buah-buahan yang asam seperti, jeruk.

Kopi dan teh adalah minuman yang amat baik pada saat sarapan. Kafeine yang terdapat pada kedua minuman ini dapat meningkatkan konsentrasi berfikir, reaksi dan ketajaman otak. Kopi dan teh juga merupakan sumber antioksidan yang menunjang kekebalan tubuh. Berdasarkan sebuah riset yang dilaksanakan pada tahun 2002, kopi bahkan terbukti dapat menangkal penyakit Alzheimer dan kemunduran mental akibat penuaan.
Hindari makanan yang tinggi lemak dan kolesterol misalnya, daging, sosis, dan telur. Selain sulit dicerna, makanan-makanan ini dapat menghambat aliran darah ke otak.

Makan Siang
Saat makan siang disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya protein misalnya, ikan. Selain kaya akan protein, ikan juga mengandung asam amino tyrosine. Menurut para ahli, asam amino dapat memacu munculnya dopamine dan norepinephrine. Selain menjaga kinerja otak di siang hari, aktifnya dopamine juga dapat menghindarkan kita dari serangan penyakit parkinson.

Kacang-kacangan seperti kedelai, juga merupakan sumber protein yang amat baik dikonsumsi. Selain mengandung protein, kacang-kacangan juga lebih rendah lemak dibandingkan daging, dapat menurunkan kolesterol, dan kaya akan zat besi, mangan, fosfor dan zinc. Kedelai bahkan dapat mencegah timbulnya penyakit osteoporosis pada wanita.
Hindarkan makan nasi, mie, roti dan makanan yang manis pada siang hari. Makanan-makanan ini mengandung banyak gula yang dapat menurunkan respon otak manusia sehingga membuat kita mengantuk.

Makan Malam
Pada saat makan malam dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya karbohidrat seperti, kentang, mie cereal, oat, dan nasi. Karbohidrat dalam makanan akan berubah menjadi serotonin yang akan membuat otak menjadi lebih rileks. Otak yang rileks akan membuat tidur kita lebih nyenyak sehingga tubuh akan lebih segar esok hari.

Oat adalah pilihan yang terbaik untuk makan malam. Selain mengandung karbohidrat, makanan ini juga mampu menekan kadar kolesterol dan kaya akan serat yang membantu pencernaan.

Hindari makanan yang tinggi protein pada malam hari. Hindari juga minum minuman berenergi atau suplemen otak pada malam hari. Minuman berenergi pada umumnya mengandung kafein yang justru membuat otak kita sulit untuk beristirahat.

Friday, May 2, 2008

10 Keajaiban Ramuan Madu dan Kayu Manis

Keampuhan campuran madu dan kayu manis untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit sudah dikenal sejak ratusan tahun silam. Campuran ini juga telah dimanfaatkan oleh berbagai suku bangsa di segala penjuru dunia. Selain itu, ramuan ini juga tidak memiliki efek samping dan dapat dikonsumsi secara bersamaan dengan obat-obatan modern. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari ramuan madu dan kayu manis.

1.Mengobati radang tulang : Ramuan ini dibuat dengan mencampurkan satu bagian madu dan dua bagian bubuk kayu manis yang dilarutkan dalam air suam-suam kuku. aduk kedua bahan campuran hingga berbentuk seperti pasta. kemudian balurkan pasta ini pada bagian tubuh yang sakit sambil dipijat-pijat. Biasanya, rasa sakit akan hiolang lima belas menit kemudian.

2.Mengurangi rontoknya rambut: untuk membuat ramuan pencegah kebotakan, campurkan minyak zaitun panas dengan satu sendok makan madu dan satu sendok teh bubuk kayu manis. Aduk hingga menjadi pasta dan balurkan secara merata ke kepala. diamkan selama kurang lebih lima belas menit. setelah itu, bilaslah kepala dengan menggunakan air hangat.

3.Mengobati sakit gigi: Campurkan satu sendok teh bubuk kayu manis dengan lima sendok teh madu. Balurkan campuran ini pada bagian gigi yang sakit tiga kali sehari.

4.Menurunkan kadar kolesterol: Untuk menurunkan kadar kolesterol, campurkan dua sendok makan madu dan dua sendok teh kayu manis pada segelas teh. Minum ramuan ini setiap hari. Berdasarkan penelitian, ramuan ini dapat menurunkan kadar kolesterol hingga 10% dalam dua jam.

5.Mengobati Flu: Campurkan satu sendok teh madu hangat dan seperempat sendok teh bubuk kayu manis. Minum ramuan ini selama tiga hari. Ramuan ini dapat menyembuhkan flu dari tingkat yang ringan hingga berat bahkan dapat mengurangi gejala sinusitis.

6.Menjaga kesuburan: Sejak ratusan tahun yang lalu pria Yunani biasa mengkonsumsi dua sendok makan madu sebelum tidur untuk menjaga kualitas semen mereka. begitu pula dengan wanita-wanita di Cina. Mereka biasa mengunyah campuran bubuk kayu manis dengan setengah sendok makan madu. Ramuan ini terbukti dapat memperkuat rahim dan menjaga kesuburan wanita.

7.Mengobati sakit perut dan masuk angin: Campuran satu bagian madu dan satu bagian kayu manis bubuk dapat menghilangkan rasa sakit pada perut. campuran ini juga dapat mengeluarkan gas yang terkumpul di perut.

8.Memperkuat kekebalan tubuh: Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa madu dan kayu manis dapat meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan bakteri dan virus. Syaratnya, kedua bahan ini harus dikonsumsi secara rutin setiap hari.

9.Mencegah penuaan: Campurkan 4 sendok makan madu dan 1 sendok makan kayu manis bubuk ke dalam air mendidih. Gunakan campuran ini untuk membuat teh dn minumlah teh tersebut tiga kali sehari. Cara ini telah digunakan selama ratusan tahun untuk menjaga agar kulit tetap segar dan mencegah penuaan.

10.Menurunkan berat badan: Minumlah campuran madu dan kayu manis yang direbus dalam segelas air setiap hari sebelum sarapan. Campuran ini dapat mencegah terkumpulnya lemak pada bagian tubuh kita. Ramuan ini bahkan dapat menurunkan berat badan pada para penderita obesitas jika di minum secara teratur setiap hari.

ShareThis